Dinas Pendidikan Sumsel pelajari lima tuntutan soal sekolah gratis

id sekolah gratis, aksi unjuk rasa,gubernur sumsel,dinas pendudikan

Anak-anak dari Suku Anak Dalam mengenyam sekolah gratis di mes serbaguna komplek taman pendidikan khusus anak-anak Suku Anak Dalam di Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, Rabu (14/11) (ANTARA News Sumsel/Rahmat Aizullah/18)

....Sekolah tentunya kalau gratis ya gratis, tidak dipungut biaya sepeser pun, jika di lapangan ada pungutan perlu ditertibkan dan dibahas secara tuntas....
Palembang (ANTARA) - Dinas Pendidikan Sumatera Selatan berupaya mempelajari lima tuntutan masyarakat terkait penyimpangan kebijakan sekolah gratis yang diungkapkan Aliansi Untuk Indonesia Cerdas dalam aksi unjuk rasa di halaman kantor gubernur setempat, di Palembang, Senin.

Lima tuntutan peserta aksi tersebut sepertii meminta Gubernur Sumsel Herman Deru menertibkan pungutan liar berkedok komite, hentikan komersialisasi sekolah karena sekolah tempat belajar bukan tempat mencari untung, tingkatkan anggaran pendidikan hingga 20 persen, transparansi penggunaan dana BOS.

Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Widodo mengatakan, tuntutan yang diungkapkan peserta aksi tersebut akan dipelajari dan dibahas bersama pihak terkait, termasuk perwakilan peserta aksi unjuk rasa terkait kebijakan sekolah gratis di provinsi ini.

"Dengan duduk bersama diharapkan permasalahan yang terjadi di lapangan bisa dibicarakan dan dicarikan jalan keluarnya sehingga dapat diselesaikan secara cepat dan tepat," kata Widodo.

Sementara Gubernur Sumsel, Herman Deru ketika menjumpai massa yang menggelar aksi damai itu mengatakan, dirinya berterima kasih telah diingatkan soal janji politik sekolah gratis.

Untuk mewujudkan janji politik tersebut pihaknya berupaya melakukan sesuai dengan ketentuan/mekanisme sehingga pelaksanaannya tidak bertentangan dengan aturan.

"Sekolah tentunya kalau gratis ya gratis, tidak dipungut biaya sepeser pun, jika di lapangan ada pungutan perlu ditertibkan dan dibahas secara tuntas permasalahan itu secara bersama-sama," katanya.


Puluhan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Untuk Indonesia Cerdas melakukan aksi unjuk rasa meminta Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru menertibkan pungutan liar di sekolah karena bertentangan dengan kebijakan sekolah gratis di provinsi setempat.

Koordinator aksi, Ade Indra Chaniago ketika menyampaikan orasinya di halaman kantor gubernur Sumsel, Palembang, mengatakan sekolah tempat belajar bukan tempat mencari untung.

"Kami menolak segala bentuk pungutan di sekolah bertopeng komite dengan alasan apapun karena memberatkan orang tua siswa," ujar koordinator aksi.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar