Ferrari kecewa tak berkutik dengan mesin baru di GP Spanyol

id formula one,formula 1,gp spanyol,mattia binotto,scuderia ferrari,berita sumsel, berita palembang, antara sumsel, antara palembang, antara hari ini, pa

Pebalap Ferrari Sebastian Vettel dan Charles Leclerc pada balapan GP Spanyol di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Minggu (12/5/2019). Reuters/Albert Gea

Jakarta (ANTARA) - Ferrari merasa kecewa setelah gagal memberikan perlawanan kepada Mercedes di GP Spanyol, Minggu, dan malah lebih jauh mengungkapkan kelemahan mereka di balapan seri kelima musim ini.

Kepala tim Ferrari Mattia Binotto mengatakan jika pengalaman tersebut tentunya akan membuat tim Kuda Jingkrak itu lebih kuat, namun kekecewaan kali ini lebih nyata.

Mercedes telah memborong kemenangan 1-2 di lima balapan musim ini, sementara Ferrari hanya meraih tiga kali finis ketiga dan bahkan gagal naik podium di Sirkuit Barcelona-Catalunya setelah dipecundangi Max Verstappen dengan mobil Red Bull bermesin Honda.

Binotto, dalam sesi jumpa pers usai lomba, didampingin oleh Sebastian Vettel dan Charles Leclerc, mengakui jika Mercedes tampil sangat kuat musim ini.

"Di sisi kami, kami bisa bekerja sangat keras dan baik sedangkan musim masih panjang. Kami tidak akan menyerah. Saya kira itu pendekatan kami," kata Binotto seperti dikutip Reuters.

Ferrari masih harus belajar banyak setelah membawa upgrade mesin mereka ke Barcelona.


"Kami kecewa dengan balapan ini, kecewa karena performa di akhir pekan. Kami berharap bisa tampil lebih baik."

"Kami membawa sejumlah upgrade, aero dan mesin, dan kami berharap untuk berada di pertarungan tapi itu tidak terjadi."

Secara tenaga, di lintasan lurus, mobil SF90 terbilang cukup kencang namun Binotto mengakui mobil mereka memiliki kelemahan terutama di tikungan di mana mereka kehilangan banyak waktu karena kecepatan menikung yang rendah.

Hal itu akan tak menguntungkan tim yang bermarkas di Italia itu di balapan selanjutnya yang digelar di sirkuit yang sempit dan berliku di Monako.

Vettel, yang finis P4, berkutat dengan flatspot karena mengunci ban kanan depan ketika menuju Tikungan 1 setelah start.

Kedua pebalap juga kehilangan waktu berharga ketika masuk pit karena masalah alat pengencang baut roda.

"Hal paling penting bagi kami adalah bagaimana memahami untuk mengatasi batasan dan aku sangat yakin kami bisa melakukannya dengan cepat," kata Binotto.

"Kami percaya pengembangan akan menjadi faktor kunci musim ini."
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar