Seorang anggota Polisi tertembak dalam kerusuhan di Rutan Siak

id rutan siak, rutan siak terbakar, rusuh rutan siak, kasat narkoba siak,polisi tertembak,berita riau,berita sumsel, berita palembang, antara sumsel, ant

Seorang anggota Polisi tertembak dalam kerusuhan di Rutan Siak

Para warga binaan yang masih berada di Rutan Siak.(Antaranews/Bayu AA)

Siak, Riau (ANTARA) - Kepolisian Resor Siak membenarkan ada anggotanya yang tertembak saat adanya kerusuhan di Rumah Tahanan Klas IIB Siak Sri Indrapura, Provinsi Riau, pada Sabtu dini hari, yakni Kepala Satuan Narkoba Polres Siak AKP Jaelani.

Saat ini, lanjutnya AKP Jaelani sedang berada di Rumah Sakit Umum Daerah Siak menjalani perawatan. Selain itu untuk membuktikan bahwa itu memang tembakan maka akan dilakukan visum terlebih dahulu.

Suasana yang ditimbulkan akibat keributan di Rutan Siak memang mencekam. Dari luar ratusan batu dihujankan ke arah petugas kepolisian dan petugas pemadam kebakaran yang berusaha memadamkan api di lokasi tersebut.

Saat mobil pemadam kebakaran tiba di rutan, tahanan yang berada di dalam gedung tersebut mendadak bringas. Beberapa titik api mulai muncul di beberapa sudut bangunan gedung.

Melihat hal itu, Kasat Narkoba Polres Siak AKP Jailani waktu itu juga terlihat langsung mengambil alih barisan depan petugas kepolisian yang berusaha menenangkan keributan dari luar pintu masuk Rutan.

Pada dini hari tadi anggota mencoba menenangkan warga binaan yang tidak terima dengan perlakuan sipir. Kemudian memang ada benturan benda tumpul.

"Semuanya harap tenang, jangan ada yang berbuat anarkis," lontar Kasat Jailani saat itu.

Namun, imbauannya malah dibalas dengan tembakan ke arah lengan sang pemimpin di satuan Narkoba Polres Siak itu. Seluruh personil yang berada di dekat AKP Jailani sontak terkejut dan langsung melarikannya ke Rumah Sakit.

Dari informasi dihimpun diduga narapidana yang berada di dalam lapas telah menguasai tiga unit senjata laras panjang cadangan milik penjaga rutan yang tertinggal. Pasalnya setelah mengamuknya warga binaan, semua petugas rutan tak di dalam lagi.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar