Pebalap cilik berlatih balap mini GP sambil ngabuburit

id Balap motor, minigp,pembalap cilik,balap sambil ngabuburit

Pebalap cilik berlatih balap mini GP sambil ngabuburit

Seorang pebalap cilik memacu motor di tikungan tajam di sirkuit GOR Lembupeteng, Tulungagung, Jumat (10/5) (Destyan Handri Sujarwoko)

Tulungagung, Jatim (ANTARA) - Sejumlah pebalap cilik usia 4-6 tahun rutin berlatih balap motor mini GP di sirkuit GOR Lembupeteng, Tulungagung, Jawa Timur, Jumat, dengan dipandu pelatih dan orang tuanya sambil ngabuburit menunggu jam buka puasa.

Pemandangan balap motor krucil itu hampir setiap hari terlihat mulai pukul 14.30 WIB hingga 17.00 WIB di sirkuit GOR Lembupeteng sisi barat, dan menarik perhatian warga yang sedang ngabuburit di sekitar lokasi yang sama.

Mengendarai motor balap mini GP dengan mesin berkapasitas 50 CC, para pebalap cilik ini piawai memacu kecepatan hingga kisaran 70 kilometer per jam dan menaklukkan setiap tikungan laiknya pebalap motogp profesional, bahkan bisa menaklukkan setiap tikungan dengan tetap memacu motor dengan kecepatan tinggi.

Selama mengaspal, para pebalap cilik ini juga dilengkapi helm, pakaian keselamatan, sarung tangan dan sepatu balap seperti halnya pebalap motoGP sehingga ketika terjatuh tubuh mereka tetap terlindungi dari kegagalan.

"Anak-anak ini baru beberapa bulan ini bisa mengendarai motor dan sekarang mereka bisa beradaptasi dengan kendaraan balap dan memacunya seperti pebalap kawakan," kata Aryo, salah satu orang tua pebalap cilik sambil memperhatikan latihan balap mini GP di sirkuit GOR Lembupeteng.

Saat ini total ada 14 pebalap cilik yang berlatih balap mini GP. Dari jumlah itu, kata pelatih pebalap cilik itu, Hakisalma, ada 10 yang aktif berlatih dan mengikuti sejumlah kejuaraan tingkat lokal dan regional untuk kelas MiniGP usia 4-9 tahun dan usia 9-12 tahun.

"Kami harap balap miniGP bisa diperlombakan hingga skala nasional demi mendapatkan bakat pebalap cilik yang bisa berprestasi di masa depan," kata Hakisalma.

Alvaro Yakha (5) salah satu pebalap cilik yang cukup potensial mengaku senang setiap kali bisa memacu motor dengan kecepatan tinggi.

Dia juga tidak merasa takut terjatuh ataupun terluka meski sempat beberapa kali terjatuh saat menggeber motor.

"Kelak saya ingin menjadi pebalap kelas dunia seperti Valentino Rossi," ucap polos Alvaro Yakha yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak.

Meski garang di lintasan, para pebalap cilik ini tetap terlihat aslinya yang menikmati dunia anak saat sudah melepas seragam balap dan bermain laiknya anak kecil pada umumnya.

Sejumlah orang tua pebalap cilik yang mayoritas juga pebalap dewasa mengaku senang mendidik anaknya mengenal dunia balap motor.

Selain mengasah bakat, mereka berharap latihan rutin yang mereka gelar bersama anak-anaknya bisa merangsang masyarakat lain untuk lebih mengenal dan mencintai olahraga balap motor di usia dini.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar