Pasokan listrik ke wilayah bencana banjir Sigi belum normal

id listrik, pln,normal,pasokan listrik,banjir sigi,bencana alam banjir

Dokumen - Perbaikan jaringan listrik (ANTARA News Babel/Aprionis)

Palu (ANTARA) - PT PLN Area Palu, Sulawesi Tengah, mengakui bahwa pasokan listrik ke sejumlah wilayah yang dilanda bencana alam banjir bandang di Kabupaten Sigi belum normal.

"Kami terus berupaya maksimal untuk secepatnya menormalkan kembali pasokan listrik ke beberapa desa di Kabupaten Sigi yang sampai sekarang belum pulih akibat dari bencana alam banjir bandang beberapa waktu lalu itu," kata Manager PLN Cabang Palu, Abbas Saleh, Selasa.

Ia mengatakan bahwa jaringan listrik mulai dari Desa Omu sampai Desa Tuva di Kecamatan Gumbasa, salah satu kecamatan di Kabupaten Sigi yang dilanda banjir bandang pada 28 April 2019 tersebut putus total.

Banyak tiang listrik dan jaringan  diterjang banjir sehingga pasokan listrik, termasuk ke Kecamatan Kulawi dan Kulawi Selatan belum normal.

Pihaknya, kata dia, sedikit mengalami hambatan dalam proses pemulihan jaringan listrik karena harus menunggu akses jalan yang putus akibat banjir bandang selesai diperbaiki.

Sebenarnya untuk proses pemulihan bisa cepat dilakukan, asalkan akses jalan ada karena untuk mengangkut material seperti tiang dan kabel listrik ke lokasi harus ada jalan.
Sementara itu ada beberapa titik jalan yang terputus dan harus dibangun kembali oleh instansi berwenang dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.

Abbas juga menambahkan terpaksa mencabut sementara meter KWh milik para pelanggan yang terdampak bencana banjir di sejumlah desa baik di Kecamatan Gumbasa dan Dolo Selatan.

Meter KWh untuk sementara dicabut dari rumah-rumah warga yang tertimbun material lumpur. "Ada banyak rumah warga di dua wilayah tersebut yang tertimbun lumpur sehingga meter Kwh listrik dicabut dan kan dipasang kembali oleh petugas PLN jika rumah tersebut sudah diperbaiki atau dibangun kembali," katanya.

Sementara itu beberapa warga di sejumlah wilayah di Kabupaten Sigi yang terdampak bencana banjir bandang mengeluh terpaksa menjalani Ramadhan tanpa penerangan listrik karena jaringan listrik putus total diterjang bencana alam itu.

"Seluruh wilayah Kecamatan Kulawi sudah lebih dari seminggu ini tidak lagi menikmati listrik," kata Petrus, seorang tokoh masyarakat di Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi.

Ia mengatakan sejak  Minggu malam (28/4), listrik di kecamatan itu padam tota karena banjir bandang yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Gumbasa dan Dolo Selatan.

Jaringan listrik dari Desa Omu sampai Desa Tuva, Kecamatan Gumbasa, terputus sehingga beberapa wilayah di Kabupaten Sigi, termasuk empat kecamatan yakni Kulawi,Kulawi Selatan, Lindu, dan Pipikoro sampai sekarang  tidak mendapat pasokan listrik.

Sebagai penerang pada malam hari, warga menggunakan lentera, termasuk saat umat Muslim mulai menjalani ibadah puasa.

"Kami berharap PLN secepatnya dapat memperbaiki jaringan listrik yang putus akibat banjir bandang," harap dia.

Hal senada juga disampaikan Pendeta Temmy Ta'au, warga di Kecamatan Kulawi Selatan, bahwa  listrik PLN di wilayah itu hingga belum juga menyala.
 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar