Lembaga riset: Brazil pimpin dunia dalam penggundulan hutan

id Kehilangan hutan,Brazil di posisi pertama,Global Forest Watch

Lembaga riset: Brazil pimpin dunia dalam penggundulan hutan

Foto udara menunjukkan lokasi pembangunan waduk hidroelektrik Belo Monte di Pimental, dekat Altamira di negara bagian Para, Brazil, 15 November 2012. Setelah bertahun-tahun memperoleh peningkatan dalam memerangi pembalakan hutan hujan Amazon, deforestasi di Brazil tampaknya semakin meningkat . (REUTERS/Juan Doblas/ISA/Handou)

Brasilia (ANTARA) - Brazil memimpin dunia dalam deforestasi tahun lalu walaupun penggundulan hutan hujan tropis di negara terbesar di Amerika Selatan itu turun 70 persen dibandingkan dengan tahun 2017, menurut jejaring pemantauan hutan independen.

Brazil kehilangan 13.471 km persegi hutan hujan tropis tahun 2018, suatu kawasan hampir seukuran Connecticut, negara bagian di Amerika Serikat, demikian data dari Global Forest Watch, yang dikelola oleh World Resources Institute (WRI) yang berkantor pusat di AS.

Namun, angka tersebut merupakan penurunan signifikan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya ketika kebakaran hutan berskala besar menimbulkan kerugian relatif besar di Brazil.

Berdasarkan data yang dikeluarkan Global Forest Watch pada Kamis, kehilangan hutan tua, yang merupakan kunci melestarikan keanekaragaman hayati, khususnya terjadi setelah kebakaran bersejarah dua tahun, tetapi masih tetap naik di atas level-level sebelumnya dalam dekade itu.

"Kendati kehilangan tahun 2018 diakibatkan sebagian oleh kebakaran, sebagian besar tampaknya akibat pembalakan di Amazon, menimbulkan risiko penurunan dalam penggundulan hutan yang negara itu capai pada awal tahun 2000-an," kata para peneliti.

Brazil merupakan rumah bagi 60 persen Amazon, hutan hujan tropis terbesar di dunia yang menyerap karbon dioksida dalam jumlah besar dan dipandang sebagai perlindungan vital terhadap pemanasan global.

Republik Demokratik Kongo berada di posisi kedua dalam kerugian hutan dengan 4.812 km persegi hutannya tak ada lagi.
Sumber: Reuters
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar