Gaya hidup boros membuat generasi milenial kesulitan beli rumah

id milenial, rumah tinggal,generasi milenial

CEO dan Direktur SouthCity Peony Tang. (ANTARA/Ganet Dirgantoro)

Jakarta (ANTARA) - Gaya hidup boros diperkirakan membuat generasi milenial di Jakarta semakin sulit membeli rumah, kata CEO dan Direktur SouthCity Peony Tang.

"Sering berkunjung ke kafe-kafe bersama teman-teman membuat mereka (milenial) sulit untuk menabung," kata Peony, dalam acara bincang-bincang, di Jakarta, Sabtu.

Menurut Peony, hampir 70 persen dari generasi milenial belum memikirkan masa depan dengan menyisihkan pendapatannya untuk ditabung.

Peony memperkirakan gaya hidup generasi milenial ini lebih disebabkan mereka ingin mencari pengalaman sebanyak-banyaknya terlebih dahulu dan belum memikirkan mengenai tabungan apalagi rumah tinggal.

Untuk hunian mereka memilih yang simpel seperti tinggal di rumah atau kamar sewaan yang dekat dengan tempat berkerja atau bahkan tinggal dengan orang tua.

Bagi pembeli pemula biasanya mereka masih mampu untuk mencicil angsuran per bulannya, namun yang seringkali menjadi kendala adalah uang mukanya ditetapkan 30 persen dari harga hunian.

Sedangkan William Suwandi, pendiri Properti Anda mengingatkan hunian dan lahan merupakan barang yang semakin sulit didapat ke depannya.

William mengakui konsep co-living yang dihadirkan Peony untuk apartemen The Parc merupakan salah satu solusi bagi pembeli rumah pertama.

"Sebenarnya konsep itu sama halnya sharing ekonomi yang diterapkan sejumlah aplikasi, hanya saja diterapkan untuk hunian," kata dia.

PropertiAnda.com merupakan pengembangan dari model fintech yang menawarkan platform proptech berbasis dana bersama, peserta hanya cukup menyediakan dana mulai Rp500.000 sudah dapat berinvestasi, ujar dia pula.

Menurut Vanessa Li, CEO GoWork, konsep berbagai ekonomi sebenarnya sudah diterapkan sejak lama di sektor perkantoran serta sudah berkembang di luar negeri. "Kami sendiri saat ini sudah memiliki 16 lokasi GoWork di Jakarta, Surbaya, dan Bali," katanya lagi.

Vanessa mengatakan, konsep ini ditujukan agar investasi yang akan ditanamkan tidak terlalu memberatkan, sehingga kalau The Parc ingin mengadopsi konsep ini maka merupakan pelopor di Indonesia.

"GoWork sendiri menjembatani pemilik kantor dengan penyewa yang sebagian besar merupakan start up. Melalui konsep berbagi, penyewa tidak perlu memikirkan fasiitas seperti furniture, fitting out, dan lainnya," ujar dia pula.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar