Kemendag gelar Rakor antisipasi kelangkaan sembako

id Kemendag,Kementerian Perdagangan,antisipasi kelangkaan sembako,harga sembako,harga bahan pokok,menjelang bulan Ramadan,berita sumsel, berita palembang

Kementerian Perdagangan menggelar Rapat Koordinasi bersama seluruh instansi terkait dalam mengantisipasi kelangkaan kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) menjelang bulan Ramadan di Ternate, Rabu (24/4/2019). (ANTARA/Abdul Fatah)

Ternate (ANTARA) - Kementerian Perdagangan menggelar Rapat Koordinasi bersama seluruh instansi terkait dalam mengantisipasi kelangkaan kebutuhan sembilan bahan pokok (sembako) menjelang bulan Ramadan hingga Idul Fitri tahun 2019 ini.

Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan, Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kasan, di Ternate, Rabu, mengatakan, kebutuhan sembako menjelang Ramadan telah diantisipasi instansinya terutama kebutuhan telur.

Sebab, saat ini, telur dan bawang merah menjadi salah satu kebutuhan yang sangat mendasar terutama saat menghadapi Ramadan seringkali terjadi kelangkaan dan harganya akan naik.

Meskipun, saat ini, infrastruktur yang dimiliki Pelabuhan Ahmad Yani siap mengakomodasi ketersediaan bawang merah dan bawang putih di Ternate, tetapi harganya selalu dimainkan oleh pihak tertentu.

Apalagi, sejak September 2018 ini telah beroperasi satu unit kontainer crane yang dapat mengurangi biaya operasional dan mempersingkat masa pemuatan 15 hari untuk menjaga stabilitas harga sembako di bulan Ramadan hingga Idul Fitri. Hal ini akan perkecil biaya transportasi bagi pengusaha yang akan membawa kebutuhan sembako ke Ternate.

Kendati demikian, pihaknya menjamin ketersediaan sejumlah kebutuhan pokok seperti beras dan gula aman untuk memenuhi keperluan masyarakat di Malut selama Ramadan hingga Idul Fitri, terlebih lagi saat ini, stok beras 1.400 ton dengan ketahanan 3 bulan ke depan.

Dia juga menyentil keluhan, Asosiasi Pedagang Sapi yang disampaikan, Hamid Ibrahim terkait dengan banyaknya sapi yang dijual ke luar daerah, sehingga harga sapi saat ini dijual Rp120 ribu.

Menurutnya, meskipun harga daging beku yang biasanya dijual Rp80 ribu per kg, namun banyak warga Ternate lebih membeli sapi potong yang dijual di Pasar Bahari Berkesan.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pedagang Sapi Malut, Hamid Ibrahim ketika dikonfirmasi mengakui, saat ini, banyak pembeli sapi dari luar daerah masuk ke Malut akibatkan stok sapi menipis.*
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar