Harga emas 'Rebound' dukung kenaikan minyak dunia

id emas putih,emas berjangka,harga emas,emas dukung minyak dunia,minyak,emas

Pramuniaga menunjukkan emas batangan untuk investasi di sebuah gerai emas. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/wsj

Singapura (ANTARA) - Harga emas rebound atau berbalik naik pada perdagangan Senin, dari dekat tingkat terendah empat bulan di sesi sebelumnya, karena investor melanjutkan perdagangan setelah liburan Paskah, dengan emas batangan mendapatkan traksi lebih lanjut karena kenaikan harga minyak mentah.

Harga emas spot naik 0,3 persen menjadi diperdagangkan di 1.278,64 dolar AS per ounce pada pukul 08.43 GMT (15.43 WIB), setelah menyentuh 1.270,63 dolar AS di sesi sebelumnya -- terendah sejak 27 Desember 2018.

Logam mulia turun 1,2 persen pada minggu sebelumnya, menandai penurunan mingguan keempat berturut-turut.

Sementara itu, harga emas berjangka AS naik 0,4 persen menjadi 1.280,60 dolar AS per ounce.

"Harga emas minggu lalu telah menderita dari penurunan yang sangat tajam, untuk saat ini yang terjadi hanyalah pembelian teknis, dengan beberapa orang datang dan mendorong harga naik," kata Benjamin Lu, analis, Phillip Futures.

Emas spot dapat melambung ke 1.284 dolar AS per ounce, setelah stabil di sekitar support di 1.274 dolar AS , analis teknis Reuters Wang Tao mengatakan.

Juga menambah kenaikan logam adalah reli harga minyak karena meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran, dengan AS diperkirakan akan mengumumkan larangan impor minyak dari Iran di seluruh dunia.

“Emas telah naik sedikit ... diuntungkan dari harga minyak yang lebih tinggi didorong oleh ketegangan geopolitik. Dengan pasar ekuitas regional yang mungkin mendapat tekanan hari ini sebagai hasilnya, emas bisa menjadi penerima manfaat utama dalam sesi hari ini," Jeffrey Halley, seorang analis pasar senior OANDA, mengatakan dalam sebuah catatan.

Emas berkorelasi positif dengan minyak, karena logam sering dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi yang dipimpin minyak.

Namun, kenaikan logam mulia dibatasi oleh penguatan dolar AS, yang naik terhadap pound Inggris setelah data menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat mungkin naik di kuartal pertama.

Penjualan ritel AS meningkat terbesar dalam 1,5 tahun pada Maret, indikasi terbaru bahwa pertumbuhan ekonomi meningkat di kuartal pertama setelah awal yang lemah, data menunjukkan pada Kamis (18/4/2019).

Sementara itu, investor terus memotong eksposur mereka ke emas. Spekulan beralih ke posisi sell jangka pendek dalam emas COMEX di minggu yang berakhir 16 April, Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) mengatakan pada Jumat (19/4/2019).

Ini adalah pertama kalinya spekulan emas memegang posisi jual bersih sejak Desember.

Juga, kepemilikan SPDR Gold Trust, dana yang diperdagangkan di bursa yang didukung emas terbesar di dunia, turun menjadi 751,68 ton pada Kamis (18/4/2019), level terendah yang terlihat sejak 26 Oktober.

Di tempat lain, perak naik 0,7 persen menjadi 15,03 dolar AS per ounce.

Platinum naik 0,8 persen menjadi 907,29 dolar AS. Sebelumnya di sesi ini, logam mencapai 907,88 dolar AS, tertinggi dalam hampir dua minggu.

Palladium stabil di 1.421,63 dolar AS, setelah sebelumnya naik ke level tertinggi dalam hampir tiga minggu di 1.424,51 dolar AS.
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar