Tiga keluarga kaya di Mukomuko dicoret dari daftar penerima ranstra

id Rastra mukomuko,penerima ranstra, manfaat ranstra, orang kaya dicoret ranstra,ranstra, bantuan beras sejahtera

Tiga keluarga kaya di Mukomuko dicoret dari daftar penerima ranstra

Kunker Mensos Di Bengkulu Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa (kanan) membagikan Beras Untuk Keluarga Sejahtera (RASTRA) kepada masyarakat di Pagar Dewa, Bengkulu, Senin (12/10). (ANTARA FOTO/ David Muharmansyah)

Mukomuko (ANTARA) - Dinas Sosial Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menyatakan pemeritah pusat telah mencoret sebanyak tiga keluarga penerima manfaat bantuan beras sejahtera (ranstra) asal daerah ini yang tergolong kaya.

“Kuota penerima bantuan ranstra di daerah ini berkurang sebanyak tiga KPM yang tergolong ekonomi kaya oleh pemerintah,” kata Kepala Dinas Sosial Kabupaten Mukomuko Saroni di Mukomuko, Sabtu.

Kabupaten Mukomuko tahun ini kembali mendapatkan kuota penerima bantuan rastra untuk  9.221 keluarga penerima manfaat (KPM) dari pemerintah pusat.

Ia menyatakan, instansinya hingga kini belum mengusulkan sebanyak tiga keluarga warga miskin di sebagai pengganti KPM yang dicoret itu.

Selanjutnya, ia menyatakan, instansinya dalam waktu dekat akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial provinsi terkait dengan pengisian kekurangan kuota penerima penerima bantuan ranstra tahun ini.

“Kami berharap kuota penerima bantuan ranstra bisa terpenuhi minimal akhir tahun ini. Kami minta data warga miskin dari perangkat desa di daerah ini,” ujarnya.

Ia menyatakan, keluarga warga miskin di daerah itu hingga sekarang belum menerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) pengganti bantuan ranstra dari pemerintah pusat.

Ia menyatakan, instansinya hingga kini masih menunggu petunjuk teknis (Juknis) tentang Bantuan Pangan Non Tunai pengganti bantuan beras sejahtera dari pemerintah pusat.

Ia menjelaskan, setiap KPM menerima BPNT sebesar Rp110.000 per bulan. Dengan dana bantuan sebesar itu untuk membeli sebanyak empat jenis bahan pokok, yakni telur, gula, minyak goreng dan beras.

Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar