Menhub minta wali kota kurangi angkutan lintas sejajar

id menhub,menteri perhubungan, menhub budi karya, lrt, kereta layang ringan, lrt palembang, angkutan kota, angkot

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kedua kanan) bersama Ketua Ombudsman Republik Indonesia Amzulian Rifai (kanan) berjalan keluar seusai mecoba pengoperasian Light Rail Transit (LRT) di stasiun LRT Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (1/8). Menhub mencoba pengoperasian LRT Palembang dari Stasiun LRT Bandara SMB II - Stasiun LRT Jakabaring, yang sudah dioperasikan untuk masyarakat umum. (ANTARA News Sumsel/Nova Wahyudi/dol/18)

Palembang (ANTARA) - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi minta Wali Kota Palembang untuk mengurangi angkutan lintas sejajar.

"Saya minta Wali Kota Palembang untuk menyesuaikan itu, sebab angkutan dalam kota harus saling melengkapi dengan kereta layang ringan atau LRT," kata Menhub Budi Karya usai mengevaluasi keberadaan kereta listrik itu (LRT) di Palembang, Selasa.  

Dia mengatakan,  perlu adanya pengurangan angkutan yang selintas (sejajar) dengan LRT Palembang itu supaya kereta listrik tersebut semakin diminati.

Jadi pihaknya akan berkordinasi dengan Pemerintah Kota Palembang supaya kereta ringan tersebut sebagai moda angkutan utama dan transportasi lainnya sebagai pendukung.

"Sebaiknya hubungan antara kereta listrik dengan angkutan kota lainnya, yakni tegak lurus (saling mendukung) bukan sejajar," katanya.

Jadi moda kereta listrik harus menjadi subtitusi angkutan kota lainnya bagi masyarakat di Palembang.

Menurut dia, memang, kereta ringan tersebut masih berstatus uji coba sehingga beberapa perangkat sekaligus kebijakan juga masih akan terus diperbaiki.

Kesemuanya itu agar kereta layang ringan tersebut bisa beroperasi secara optimal.

Menurut dia, Pemerintah terus berupaya bagaimana jarak tempuh, jarak tunggu akan ideal, sehingga benar-benar masyarakat memperoleh manfaat keberadaan kereta ringan tersebut.

Memang sekarang ini moda transportasi massal itu sudah terintegrasi dengan Trans Musi Palembang dan Damri.

Namun itu harus diotimalkan lagi sehingga penumpang kereta layang ringan tersebut semakin diminati sekaligus penumpang terus meningkat, tambah dia.

 
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar