PLN Wilayah S2JB pastikan suplai listrik mencukupi sampai lebaran

id PLN WS2JB,Pln, listrik cukup, kapasitas listrik, suplai listrik

Dokumen - Pekerja melakukan perawatan jaringan listrik di salah satu ruas jalan Kota Palembang, Sumsel, Kamis (24/5). Untuk menjaga kehandalan listrik di Sumsel. (Sumsel ANTARA News/Feny Selly/18)

Palembang (ANTARA) - PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (WS2JB) memastikan suplai listrik selama pemilu, UNBK, Bulan Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri 2019 cukup memenuhi kebutuhan masyarakat.

General Manager PT. PLN (Persero) Wilayaj S2JB Daryono di Palembang, Senin, mengatakan kapasitas daya pembangkit listrik di subsistemnya saat ini total 3.604 Mega Watt, cukup untuk menyuplai listrik ke wilayah Jambi, Bengkulu, Sumbar dan Riau.

"Subsistem kelistrikan di wilayah Sumatera Bagian Selatan dan tengah memiliki beban 3.378 Mega Watt, artinya dari kapasitas 3.604 tadi masih ada cadangan 226 MW, cadangan ini biasa dikirim ke Sumatera Utara," ujar Daryono.

Sumatera Selatan menjadi provinsi dengan beban pemakaian tertinggi yakni 800 Mega Watt, namun kapasitas dayanya 1.352 Mega Watt, sehingga  cukup menopang kebutuhan masyarakat

Menurut dia, ada 50 gardu induk di wilayah kerja S2JB yang menyuplai listrik sampai ke pelosok daerah di Provinsi Jambi, Sumsel dan Bengkulu selama pemilu sampai Idul Fitri.

PLN menyiapkan 1.118 petugas respon cepat jika terjadi gangguan listrik di titik-titik rawan, petugas akan bersiaga saat pemilu, UNBK, Ramadhan sampai Idul Fitri, selain itu PLN juga menyiagakan genset walau ia tidak merincikan jumlah pastinya.

"PLN sudah berkoordinasi dengan 40 Kantor KPU dan 494 kecamatan melalui grup whatsapp, jadi kalau ada gangguan bisa langsung cepat ditangani," jelas Daryono.

Khusus di wilayah perkotaan, PLN membentuk Tim pekerjaan dalam Keadaan Bertegangan (BDKB) yang mampu bekerja tanpa harus ada pemadaman, tim ini dibekali mobil crane respon cepat dan pekerja berkompetnsi khusus.

Sementara untuk pelaksanaan UNBK, ia menyebut ada 1.712 sekolah di Sumsel, Jambi dan Bengkulu yang mengandalkan listrik, 1.128 sekolah di antaranya berada di Kota Palembang.

"Kami berupaya mencari cara terbaik agar pelayanan listrik ini maksimal, jadi semua sekolah sudah menyatu di grup whatsapp supaya mudah koordinasinya," tambah Sudaryono.

Jika masih terdapat gangguan listrik, PLN memastikan bukan karena faktor pembangkit, melainkan terjadinya faktor cuaca atau gangguan lain pada sistem distribusi listrik, hal inilah yang paling diawasi oleh petugas respon cepat.

Di sisi lain meski suplai cukup, ia mengakui masih ada perbedaan tingkat penerangan di wilayah perkotaan dan wilayah pelosok akibat jarak distribusi yang terlalu jauh dari gardu induk, mengingat selama Bulan Ramadhan beban pemakaian akan bertambah.

Pada hari normal beban puncak pemakaian listrik berada di antara pukul 7 - 9 malam, namun selama Ramadhan beban bertambah pada waktu sahur, ia memastikan kendala tersebut terus ditangani oleh petugas PLN setempat.

"Selama suplai masih cukup, insyaallah aktifitas aman," demikian Daryono.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar