Ulama NU: Belum tentu 50 tahun lagi orang Banten jadi cawapres

id Rais syuriah PBNU Manarul Hidayat, maruf amin

Rais Syuriah PBNU Manarul Hidayat (kanan). (Antara/Rangga)

....Kita titip ke Kiai Ma'ruf bukan hanya titip ekonomi dan lain sebagainya. Tapi titip Indonesia jangan seperti Timur Tengah....
Serang, Banten (ANTARA) - Rais Syuriah PBNU KH Manarul Hidayat mengajak seluruh warga Banten mendukung cawapres RI Ma'ruf Amin dalam kontestasi Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2019, sebab kesempatan putra Banten menjadi cawapres sangat langka.

"Belum tentu 50 tahun lagi ada orang Banten jadi cawapres," kata Manarul dalam acara silaturahmi akbar kiai, santri dan masyarakat Banten di Pondok Pesantren Moderat Atthohiriyah, yang dihadiri Ma'ruf Amin, di Serang, Banten, Sabtu.

Manarul menekankan dipilihnya putra Banten Ma'ruf Amin sebagai cawapres oleh Presiden Jokowi harus disyukuri oleh seluruh warga Banten.

Dia mengatakan wujud syukur itu diberikan dengan bentuk dukungan dalam Pilpres.

Terlebih, kata dia, Ma'ruf merupakan keturunan dari ulama Banten yang sangat dihormati yaitu Syekh Nawawi Al Bantani.

"Orang Banten, percaya Syekh Nawawi, masa 'ora milih putune' (Ma'ruf Amin)," ujar Manarul.

Lebih jauh Manarul mengajak warga Banten menitipkan pesan kepada Ma'ruf Amin untuk menjaga keutuhan NKRI. Menurutnya saat ini ada gerakan yang ingin mengubah NKRI menjadi negara khilafah.

"Kita titip ke Kiai Ma'ruf bukan hanya titip ekonomi dan lain sebagainya. Tapi titip Indonesia jangan seperti Timur Tengah," kata dia.

Sementara itu Ma'ruf Amin dalam kesempatan tersebut mengaku bersyukur, dirinya sebagai putra Banten diajak Presiden Jokowi menjadi cawapres.

Ma'ruf menekankan, dirinya bersedia menjadi cawapres karena permintaan ulama.

"Ini penghormatan bagi orang Banten. Kalau orang Banten tidak pilih putra Banten, itu 'kabina-bina' (terlalu)," ujar Ma'ruf.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar