ACT Sumsel buka donasi bencana alam banjir Papua dan Bantul

id bencana,longsor,banjir,banjir sentani,longsor bantul,ACT

Petugas masih mencari korban akibat tertimbun tanah longsor di Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Selasa (19/3). (dokumen ACT)

....Nanti dana donasi ini akan disalurkan ACT dalam bentuk bantuan logistik ke lokasi bencana....
Palembang (ANTARA) - Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT)  Provinsi Sumatera Selatan membuka donasi untuk disalurkan kepada korban banjir bandang di Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua dan longsor di Kabupaten Bantul, Yogyakarta. 

Humas ACT Sumsel Hening di Palembang, Rabu, mengatakan, bantuan sudah dibuka sejak 16 Maret 2019 dengan cara mentransfer ke nomor rekening BNI Syariah 66 0000 5505 dan Bank Mandiri 127 000 781 6612 atas nama Aksi Cepat Tanggap.  

"Nanti dana donasi ini akan disalurkan ACT dalam bentuk bantuan logistik ke lokasi bencana," kata dia.

Ia mengatakan bantuan logistik ini sangat dibutuhkan para pengungsi banjir Sentani dan Longsor Bantul selama masa tanggap darurat dan masa pemulihan. 

Berdasarkan yang dikumpulkan ACT diketahui terdapat sembilan kelurahan terdampak banjir di Distrik Sentani Jayapura yang mengakibatkan 6.831 warga terpaksa mengungsi. 

Sementara banjir dan tanah longsor yang menghantam 21 titik di 13 Kecamatan Wilayah Bantul sejak 17 Maret mengakibatkan setidaknya 5.000 orang yang bertahan di posko pengungsian.

Sebelumnya banjir bandang melanda Distrik Sentani Kabupaten Jayapura pada 16 April 2019, sehari setelahnya banjir dan longsor melanda Kabupaten Bantul Yogyakarta. 

Akibat banjir di Sentani Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Selasa (19/3) sebanyak 89 orang meninggal di Jayapura dengan 159 orang luka dan 74 lainnya masih dalam pencarian.

Sedangkan 3 orang meninggal dan 2 lainnya masih tertimbun akibat banjir dan longsor di Bantul Yogyakarta. 

Selain itu BNPB menyebut banjir Distrik Sentani juga merusak 350 unit rumah, 3 jembatan, 8 unit drainase, 1 masjid, 2 gereja, 1 unit pasar, 103 ruko dan 8 sekolah.
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar