Logo Header Antaranews Sumsel

DPPKB sarankan akseptor gunakan kontrasepsi jangka panjang

Kamis, 28 Februari 2019 08:08 WIB
Image Print
Mobil layanan KB (ANTARA FOTO)

Martapura (ANTARA News Sumsel) - Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan, menyarankan, para akseptor agar menggunakan alat kontrasepsi motode jangka panjang, karena lebih praktis dan tidak memiliki efek samping.

"Medote kontrasepsi jangka panjang (MKJK) ini tidak kalah bagusnya dan aman dengan cara suntik KB," kata Kepala DPPKB Ogan Komering Ulu Timur, Mutmainah di Martapura, Rabu.

Dia mengatakan, untuk akseptor pasangan usia subur, muda dan varitas rendah diharapkan menggunakan alat kontrasepsi MKJP seperti spiral atau intrauterine device (IUD), implan, medis operatif wanita (MOW) dan medis operatif pria (MOP).

"Selain berjangka panjang, penggunaan kontrasepsi seperti MOW ini juga tidak mempengaruhi proses menyusui dan tidak ada efek sampingnya," katanya.

Menurut dia, sejauh ini masyarakat atau para akseptor di wilayah setempat lebih memilih menggunakan alat kontrasepsi KB dalam bentuk pil, kondom, implant dan MOW.

Sebab kata dia, alat kontrasepsi tersebut selain berjangka panjang juga lebih mudah digunakan sehingga banyak diminati para akseptor dibandingkan cara suntik ataupun susuk KB.

"Alhamdulillah jumlah akseptor yang menggunakan berbagai alat kontrasepsi KB tersebut terus bertambah seiring dengan sudah terbentuknya 37 Kampung KB yang tersebar di 20 kecamatan di OKU Timur," tegasnya.

Dia menjelaskan, dibentuknya Kampung KB tersebut agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang ada di pelosok desa guna mengatur jarak kelahiran.

"Pelayanan KB secara gratis ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan memiliki dua anak cukup," ujarnya.



Pewarta:
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2026