Rini usul minyak sawit jadi BBM diproses di Italia

id rini sumarno,bbm,miyak sawit,pertamina,berita sumsel, berita palembang, antara sumsel, antara palembang, antara hari ini, jembatan ampera, wong palemb

Menteri BUMN Rini Soemarno didampingi Direktur Pertamina Nicke Widyawati meninjauh penerapan digitalisasi SPBU di Palembang, Minggu (17/2). (ANTARA News Sumsel/Dolly Rosana/19)

Palembang (ANTARA News Sumsel) - Menteri BUMN Rini Soemarno mengusulkan minyak kelapa sawit mentah (CPO) diubah menjadi bahan bakar minyak ramah lingkungan (biofuel) hingga kandungan mencapai seratus persen dapat diproses di Italia.

Rini yang dijumpai di Palembang, Minggu, seusai memantau proses digitalisasi SPBU, mengatakan, usulan itu telah dibicarakan dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral belum lama ini.

"Jika boleh kami ingin membeli minyak kelapa sawit (CPO) dari petani untuk kemudian dikirim ke Italia. Mereka yang proses kemudian dikirim kembali Indonesia, sampai kilang kami selesai," kata Rini.

Ia mengatakan, nantinya pemerintah akan membuat kontrak dengan PT Eni terkait pemprosesan minyak sawit tersebut hingga pembangunan kilang extension selesai, dengan target 2021.

Sejauh ini terdapat dua kilang yang menjadi fokus utama PT Pertamina untuk Green Refenery (kilang ramah lingkungan) yakni Kilang Plaju, Palembang, Sumatera Selatan dan Kilang Dumai, Riau.

Kedua kilang ini bertugas memproduksi B20 untuk memenuhi permintaan dalam negeri.

"Saat ini, penggunakan B20 yang sudah full. Sekarang solar di pasaran, semuanya sudah biofuel (ada campuran minyak sawit 20 persen, red)," kata Rini.

Minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) sebagai sebuah sumber energi sudah banyak diaplikasikan untuk berbagai keperluan. Tak hanya untuk bahan bakar kendaraan, CPO juga bisa digunakan untuk bahan bakar pembangkit listrik.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) menandatangi kerja sama bidang energi terbarukan dengan perusahaan Italia Eni S.p.A pada 30 Januari 2019.

Tiga kesepakatan itu, yakni pengembangan kilang ramah lingkungan (Green Refinery), pemrosesan minyak sawit, kemudian circular economy, low carbon products, dan renewable energy.

Pemerintah berharap dengan diproduksinya BBM berbahan minyak sawit ini maka impor minyak mentah yang selama ini menguras devisa negara, bisa terkurangi. Selain itu untuk mendorong program Nawa Cita pemerintah yang salah satunya adalah kemandirian energi nasional.
Pewarta :
Editor: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar