Menhub: SDA harus dikelola secara berkelanjutan

id Sda,sumber daya alam,Budi Karya Sumadi,Menteri Perhubungan,sumber daya alam cukup besar,Himpunan Ikatan Alumni Perguruan Tinggi Negeri,berita sumsel,

Menhub: SDA harus dikelola secara berkelanjutan

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan). (ANTARA/Wahyu Putro A)

Palembang (ANTARA News Sumsel) - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan sumber daya alam cukup besar yang ada harus dikelola secara berkelanjutan untuk kepentingan masa depan masyarakat.

Apalagi sumber daya alam di Indonesia cukup besar sehingga manfaatnya harus berlanjut, kata Budi Karya Sumadi yang juga Koordinator Himpunan Ikatan Alumni Perguruan Tinggi Negeri itu saat seminar nasional di Palembang, Selasa.

Dia mengatakan sumber daya alam yang cukup melimpah itu juga harus bermanfaat bagi kemakmuran bersama.

Namun, dalam mengelola SDA itu dibutuhkan sumber daya manusia yang berkualitas sehingga potensi alam itu tetap lestari.

"Bukan itu saja tetapi tenaga yang berkualitas itu penting mengingat akan terjadi pergeseran tenaga manusia yang dikelola teknologi," katanya.

Untuk menciptakan sumber daya manusia berkualitas itu, lanjutnya, tidak terlepas dari dukungan berbagai fasilitas.

Jadi seluruh SDM harus meningkatkan kualitas diri sehingga masyarakat semakin sejahtera.

Memang, lanjut dia, dampak kemajuan teknologi tersebut akan menjadi bahasan pemerintah saat ini dan di masa mendatang.

Dalam seminar Pengelolaan Sumber Daya Alam di Era Revolusi

Industri 4.0, Menhub mengatakan SDA yang ada tersebut harus dikelola secara baik.

Melalui seminar ini akan mendapatkan masukan bagi sumber daya manusia dalam mengelola sumber daya alam yang semakin baik.

Begitu juga universitas akan menjadi salah satu pendorong dan penghasil SDM yang tangguh untuk mengelola potensi yang besar tersebut, kata dia.

Seminar yang diikuti lebih dari seribu peserta itu Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan juga menjadi pembicara.
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar