Formula harga jual BBM nonsubsidi untuk lindungi konsumen

id bbm turun,bbm naik,harga bb,harga bbm,bbn nonsubsidi,pertamina,pemerintah,berita sumsel, berita palembang, antara sumsel, antara palembang, antara h

Petugas mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) kedalam tangki kendaraan roda dua di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). (ANTARA News Sumsel/Nova Wahyudi/dol)

Jakarta (ANTARA News Sumsel) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkapkan bahwa tujuan penetapan formula harga jual eceran jenis BBM umum atau non subsidi adalah untuk melindungi konsumen dan mendorong persaingan sehat di antara badan-badan usaha (BU).

"Adapun maksud tujuan daripada pemerintah mengambil kebijakan ini adalah untuk melindungi konsumen, untuk menjaga serta melindungi pelaku usaha agar bersaing yang sehat dan adil, serta tidak mengambil keuntungan yang terlalu besar," kata Direktur Jenderal (Dirjen) Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Djoko Siswanto kepada wartawan di Jakarta, Minggu.

Djoko Siswanto menjelaskan bahwa formula ini bisa mendorong persaingan yang sehat di antara badan usaha, sehingga praktik usaha lebih adil.

"Kenapa ada batas bawah? Agar badan usaha yang baru menjual BBM jenis umum ini tidak saling membanting harga jual, sehingga terjadi persaingan sehat dan margin badan usaha tidak terlalu besar," katanya dalam konferensi pers.

Dirjen Migas tersebut juga mengatakan bahwa pedoman formula harga jual eceran jenis BBM umum ini telah diikuti oleh seluruh badan usaha yang telah melakukan penyesuaian harga jual BBM mereka.

"Penurunannya itu paling rendah Rp50 dan paling tinggi sampai Rp1.100. Jadi dengan adanya penurunan ini maka masyarakat dapat membeli BBM sesuai harga yang wajar," tuturnya.

Pemerintah melalui Kementerian mengumumkan formula harga jual eceran jenis BBM umum atau nonsubsidi yang disalurkan semua stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN).

"Pemerintah menetapkan formula yang digunakan dalam perhitungan harga jual eceran jenis BBM umum yang disalurkan melalui SPBU dan SPBN, sebagai pedoman bagi badan usaha untuk menetapkan harga jual eceran jenis BBM umum. Mengacu pada ketentuan batas margin paling rendah lima persen dan paling atas sebesar 10 persen," ujar Dirjen Migas.
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar