Distan imbau petani asuransikan lahan pertanian

id DISTAN Imbau Petani Asuransikan Lahan Pertanian,sawah,petani,asuransi sawah,berita sumsel, berita palembang, antara sumsel, antara palembang, antara h

Dokumentasi- Petani memanen padi di kompleks persawahan. (ANTARA News Sumsel/Feny Selly)

Martapura, Sumsel (ANTARA News Sumsel) - Dinas Pertanian Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan mengimbau petani di wilayah itu agar mengasuransikan lahan pertanian yang ada guna mengantisipasi kerugikan akibat gagal panen.

"Saat ini sudah ada program Asuransi Pertanian dari pemerintah pusat untuk para petani," kata Kepala Dinas Pertanian (Distan) Ogan Komering Ulu Timur, Ruzuan Efendi di Martapura, Sabtu.

Dia menjelaskan, asuransi dari Kementerian Pertanian RI tersebut guna melindungi petani dari risiko gagal panen pada tanaman akibat dampak perubahan iklim cuaca hingga merugi.

"Asuransi ini bersubsidi mencapai 80 persen. Dari premi asuransi sebesar Rp180 ribu/hektare, petani cukup membayar 20 persennya saja atau sebesar Rp36 ribu," jelasnya.

Premi yang dibayarkan tersebut, tambahnya nantinya untuk mengganti biaya kerugian yang dialami petani jika tanaman yang ditanam mengalami gagal panen akibat perubahan cuaca atau musibah bencana alam lainnya.

"Jika hal tersebut sampai terjadi, pemerintah akan mengganti biaya kerugian melalui asuransi tersebut sehingga petani lebih nyaman tambahnya.

Sementara terkait produksi beras pada tahun ini, dia mengemukakan jika pemerintah daerah setempat menargetkan mampu menghasilkan 1.150 juta ton gabah kering giling (GKG) dari hasil panen padi petani di wilayah itu.

Menurut dia, target tersebut diyakini akan tercapai mengingat saat ini luasan lahan tanam yang sudah ditanami padi mencapai puluhan ribu hektare dan dilengkapi jaringan irigasi sehingga tanaman tidak kekeringan air.

"Hasil panen tahun sebelumnya saja Kabupaten?OKU Timur sudah mampu menghasilkan 1,80 juta ton GKG sehingga kami yakin target 2019 ini akan tercapai," ujarnya.
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar