Penghuni lembaga pemasyarakatan Sumsel melebihi kapasitas

id lapas, over kapasitas, penghuni lapas melebihi kapasitas ruang tahanan, kamwil kemhukham, penjara, napi, tahanan, berita sumsel, berita palembang, ant

Arsip- Petugas melakukan razia tahanan di Lapas. (ANTARA)

Palembang (ANTARA News Sumsel) - Lembaga Pemasyarakatan dan Rumah Tahanan Negara di Kota Palembang dan beberapa daerah di Sumatera Selatan hingga kini masih mengalami kelebihan penghuni dari kapasitas daya tampung yang tersedia.

"Lapas dan rutan di provinsi ini mengalami kelebihan penghuni yang cukup parah, yakni mencapai 100 hingga 250 persen dari kapasitas ruangan yang tersedia," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenhukham) Sumatera Selatan?Sudirman D Hury di Palembang, Rabu.

Sebagai gambaran, berdasarkan data sekarang ini di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Palembang dihuni 1.665 narapidana padahal kapasitasnya maksimal 750 orang.

Kondisi lapas dan rutan di wilayah provinsi yang memiliki 17 kabupaten dan kota ini secara umum mengalami kelebihan penghuni karena ruang tahanan yang ada tidak seimbang dengan jumlah tahanan dan narapidana yang dibina, katanya.

Melihat kondisi lapas dan rutan di wilayah kerja Kanwil Kemenkumham Sumsel yang mencapai 20 unit itu secara umum mengalami kelebihan penghuni, pihaknya berupaya melakukan berbagai upaya agar kondisi tersebut tidak menimbulkan masalah seperti tahanan kabur/melarikan diri dan terjadinya keributan massal.

Untuk mengatasi masalah kelebihan penghuni di lapas dan rutan di Sumsel, pihaknya berupaya mengoptimalkan ruang tahanan dengan melakukan pengaturan jumlah penghuni dan menyelesaikan secara cepat setiap permasalahan atau keluhan warga binaan.

Selain mengoptimalkan ruang tahanan yang ada untuk melakukan pembinaan para narapidana atau warga binaan, pihaknya berupaya mengajukan permohonan ke kantor pusat dan meminta bantuan pemerintah daerah setempat melakukan perluasan ruangan tahanan dan membangun beberapa lapas dan rutan baru, kata Sudirman.
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar