Nama baru Masjid Agung Palembang akhirnya di rubah

id masjid agung,nama masjid agung,Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo

Masjid Agung Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (22/8/2018) saat Salat Idul Adha 1439 Hijriyah ((ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra)/)

Palembang (ANTARA News Sumsel) - Nama Masjid Agung Palembang akhirnya di rubah setelah ada kesepakatan baru jelang peresmian oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru Sabtu esok.

Semula pengurus Yayasan Masjid Agung (YMA) menetapkan nama Masjid Sultan Mahmud Badaruddin, karena mendapat penolakan dari beberapa pihak, akhirnya dirubah menjadi Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo.

"Setelah berdiksusi ada kesepakatan nama Masjid Agung di rubah menjadi Masjid  Agung Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo, tambahan papan nama Jayo Wikramo untuk di belakangnya akan disiapkan, namun pada peresmian besok tetap memakai nama yang sudah dibuat dulu," kata Ketua pengurus Yayasan Masjid Agung  Kgs. Ahmad Sarnubi setelah diskusi bersama Zuriat, Sejarawan dan Budayawan Kota Palembang, Jumat.

Menurutnya angka romawi I (satu)  akan ditambahkan setelah peresmian mengingat sudah tidak ada waktu lagi mengubahnya, sedangkan penyebutannya saat acara peresmian tetap menggunakan Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo.

Selain nama, prasasti yang menjelaskan sejarah masjid dan SMB I Jayo Wikramo juga akan dikaji ulang dengan meminta bantuan para sejarawan serta zuriat palembang.

Dia menerangkan tujuan awal  pemasangan papan nama Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin di halaman depan masjid untuk memonumentalkan sejarah masjid sekaligus sebagai tempat foto bagi jamaah luar kota, namun ternyata mendapat penolakan dari banyak pihak. 

"Kami sering melihat banyak jamaah atau wisatawan mancanegara dan lokal berfoto ketika mengunjungi Masjid Agung ini, sehingga kami berinisiatif membuat tempat berfoto monumental, maka dibuatlah papan nama itu," ujar Kgs. Ahmad Sarnubi.

Sementara Ketua Aliansi Masyarakat Zuriyat Palembang Raden Iskandar menyambut baik perubahan nama baru Masjid Agung Palembang setelah adanya diskusi bersama YMA dan mencegah timbulnya kekeliruan sejarah di masyarakat. 

"Keputusan ini adalah solusi terbaik, sesuai dengan harapan kami sebagai zuriyat dan sejarawan Palembang, mengingat pada registrasi cagar budaya di Kementerian Pendidikan Kebudayaan nama Masjid Agung tercatat resmi yakni Masjid Agung Palembang, dibangun oleh Sultan Mahmud Jayo Wikramo (Sultan Mahmud Badaruddin I). Kami berharap sesegera mungkin papan nama serta prasasti diselesaikan," tambah Raden Iskandar.

Rencananya peresmian nama baru Masjid Agung dan pembukaan selubung prasasti akan digelar Sabtu esok (2/2) di Halaman Masjid Agung Palembang oleh Gubernur Sumsel Herman Deru.
Pewarta :
Editor: Erwin Matondang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar