Gubernur sebut pabrik ban tidak harus di TAA

id herman deru,pabrik ban,gubernur sumsel

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru. (Dok.Pemprov Sumsel)

Palembang (ANTARA News Sumsel) - Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menyebut pabrik ban tidak harus berlokasi di Pelabuhan Tanjung Api-api seperti yang diwacanakan selama ini. 

"Biasanya pabrik ban memang dekat pelabuhan karena ongkos angkut yang paling murah lewat jalur air, tapi tidak mesti di TAA, kalau memang ada kabupaten/kota  bersedia ya silahkan," kata Herman Deru usai menerima audiensi PT Yuasa Battery, salah satu perusahaan ban di Indonesia, Rabu. 

Menurutnya keberadaan pabrik ban di Sumsel saat ini sangat diperlukan agar bisa menyerap lebih banyak hasil pertanian karet dan dapat mendongkrak kesejahteraan petani karet dari sisi harga. 

Dia menerangkan secara psikologi rencana pendirian pabrik ban artinya menyampaikan pesan ke petani karet jika pemerintah tidak diam melihat ombang-ambing harga karet saat ini.

"Membangun pabrik ban salah satu cara agar produk karet petani lokal terserap,  pengolahannya oleh pekerja lokal, dan hasilnya juga kembali ke warga lokal, nanti dulu mikir untung, hal terpenting sekarang bagaimana upaya memperbaiki harga karet, bila perlu saya yang belikan tanahnya, mereka datangkan teknologinya saja," tegas Herman Deru. 

Selain itu pihaknya juga mencari jalan tengah persoalan di tingkat penampung hasil karet (tengkulak), ia heran mengapa petani masih mendapatkan harga rendah padahal harga karet dunia nilainya cukup baik di angka 1,2 Dollar AS. 

"Tapi kami tidak bisa mengintervensi mereka begitu saja, nanti aaya buatkan peraturan gubernurnya mengenai tata niaga karet ini, apakah sebab rendahnya harga karena kualitas atau suplainya memang lebih tinggi dari demand, tata niaga itu juga nantinya tetap membuat petani karet nyaman," imbuh Herman Deru. 

Sementara Komisaris PT Yuasa Battery Wandi Wanandi mengatakan pertemuan dengan Gubernur Sumsel masih tahap awal rencana pendirian pabrik ban. 

"Ya ini kami sowan dulu dengan pak gubernur, mau lihat visi-misinya bagaimana, peluang untuk kaminya bagaimana, juga mengenai kerjasamanya, dan memang ada rencana membuat di sini (pabrik ban)," jelas Wandi. 

Menurutnya Sumsel sebagai provinsi penghasil karet yang lumayan besar cukup potensial untuk mendirikan pabrik ban, apalagi pihaknya sudah memiliki satu pabrik ban motor di Surabaya. 

Perusahaannya mempertimbangkan banyak hal dalam memilih Sumsel untuk dijadikan kota kedua pabrik ban, salah satunya suplai hasil karet dan kualitas sumsel yang cukup Bagus. 

"Artinya nanti mungkin tidak hanya produksi ban motor, bisa ban mobil, bisa juga ekspor kalau memang ada peluang, sementara ini kami sedang mempelajari hal-hal terkait itu, jadi belum tau nilai investasinya berapa, bentuk ini itunya bagaimana belum bisa dipastikan, perlu kajian," lanjut Wandi. 

Pihaknya berterimakasih karena sudah mendapat dukungan dari gubernur sumsel dan meminta di bentuk tim dari pihaknya maupun pihak pemprov sumsel guna mempelajari rencana pendirian pabrik ban pertama di sumsel tersebut.
 
Pewarta :
Editor: Erwin Matondang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar