Toyota harap Avanza baru bisa sesukses pendahulunya

id avanza,grand new avanza,mobil,mpv

Peluncuran Avanza-Veloz baru yang diadakan di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa 15/1/2019 ((ANTARA News/Fathur Rochman))

Jakarta (ANTARA News Sumsel) - PT Toyota-Astra Motor (TAM) berharap kehadiran Avanza dan Veloz baru mampu mengikuti jejak kesuksesan pendahulunya, yang tercatat berhasil menjadi pemimpin pasar kendaraan roda empat di Indonesia, khususnya untuk segmen MPV (multi purpose vehicle).

Sejak resmi dipasarkan di Indonesia pada awal 2004, total penjualan Avanza hingga saat ini telah lebih dari 1,7 juta unit. Pada 2018, Avanza membukukan penjualan sebanyak 82.167 unit.

"Selama 15 tahun kehadirannya di Indonesia, kami bersyukur Avanza menjadi produk yang mampu mendorong pertumbuhan industri otomotif Indonesia," ujar President Director PT TAM Yoshihiro Nakata di Jakarta, Selasa.

Melihat rekam jejak Avanza yang begitu mentereng di Tanah Air, Toyota optimis penjualan Avanza dan Veloz baru juga akan berjalan baik. Jenama otomotif asal Jepang itu menargetkan market share kedua mobil tersebut bisa melampaui 30 persen di tahun ini.

"Kita inginnya bisa memiliki market share minimum 30 persen di tahun ini untuk Avanza di low MPV segmen," ucap Vice President Director PT TAM Henry Tanoto.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama Direktur Marketing PT TAM Anton Jimmi suwandi mengatakan segmen MPV masih akan terus mendominasi pasar mobil dalam negeri di tahun ini, meskipun segmen SUV (sport utility vehicle) juga terus menggeliat.

Pada tahun 2018, terjadi tren peningkatan penjualan di segmen SUV. Anton melihat hal tersebut sebagai sesuatu yang wajar, mengingat di tahun itu terdapat sejumlah mobil segmen SUV yang diluncurkan, termasuk Toyota Rush.

Anton optimis peningkatan penjualan pada segmen SUV tidak akan berdampak besar terhadap segmen MPV, sebab menurut dia, pada dasarnya salah satu alasan masyarakat memilih SUV karena mobil segmen tersebut memiliki tujuh tempat duduk, sebuah keunggulan yang juga dimiliki oleh mobil-mobil segmen MPV seperti Avanza dan Veloz baru.

"Jadi sebenarnya kebutuhan konsumen Indonesia itu hanya bergerak dari desain MPV ke SUV sebagian, tapi sebenarnya real demand atau kebutuhan dari konsumen mengenai tujuh tempat duduk tidak berubah," kata Anton.

"Jadi kebutuhan tujuh tempat duduk tetap ada, hanya memang kebetulan segmentasi kita membedakan antara MPV dan SUV. Jadi kalau kita lihat pembeli Rush itu siapa? Sebagian datangnya dari pembeli Avanza juga, jadi kira-kira seperti itu," tambahnya.
Pewarta :
Editor: Erwin Matondang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar