Bulog Sumsel-Babel maksimalkan penyerapan beras petani

id bulog,penyerapan beras petani,bera petani,harga beras petani,Harga Pembelian Pemerintah,berita sumsel,berita palembang,antara sumsel,antara palembang

Dokumentasi- Pekerja memanggul karung berisi beras di gudang milik Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) milik Perum Bulog Divre Sumsel-Babel di Palembang.(ANTARA News Sumsel/Nova Wahyudi)

Palembang (ANTARA News Sumsel) - Perum Bulog Divisi Regional Sumatera Selatan dan Bangka Belitung pada 2019 berupaya memaksimalkan kegiatan penyerapan beras hasil panen petani di dua provinsi tersebut.

"Penyerapan beras petani pada 2018 kurang maksimal, hanya bisa dilakukan penyerapan/pembelian sekitar 16 ribu ton beras atau di bawah target yang ditetapkan pemerintah 80 ribu ton, kondisi tersebut akan diperbaiki pada tahun ini," kata Kepala Perum Bulog Divisi Regional Sumatera Selatan dan Bangka Belitung M Yusuf Salahuddin, di Palembang, Rabu.

Dia menjelaskan belum maksimalnya penyerapan beras petani dipengaruhi Harga Pembelian Pemerintah (HPP) di bawah harga pembelian pengumpul/pihak swasta.

Harga pembelian pemerintah ditetapkan Rp7.300 per kilogram, untuk mengimbangi harga pasaran pembelian beras sesuai instruksi pemerintah HPP dinaikkan menjadi Rp8.030/kg. Namun belum bisa meningkatkan penyerapan beras petani sesuai target.

Dengan harga fleksibilitas Rp8.030 belum bisa meningkatkan penyerapan beras petani karena harga beras yang beredar berkisar Rp8.200 sampai Rp8.300/Kg, katanya.

Menurut dia, secara umum kondisi tersebut cukup baik, karena petani bisa menjual hasil panen dengan harga yang tinggi dan sesuai dengan fungsi Bulog mengamankan atau mencegah anjloknya harga hasil panen petani dan menstabilkan harga pangan di pasaran.

Petani sekarang ini dalam kondisi menikmati penjualan hasil panen dengan harga cukup baik. Kondisi tersebut diharapkan bisa bertahan dan dikendalikan.

Harga jual beras di tingkat sentra produksi di dua wilayah kerjanya itu perlu dijaga dalam kondisi baik dan di pasaran perlu diamankan agar terjangkau masyarakat.

Sementara mengenai stok beras yang dimiliki Perum Bulog Divre Regional Sumatera Selatan dan Bangka Belitung hingga kini cukup banyak sekitar 35 ribu ton bisa untuk memenuhi kebutuhan sampai delapan bulan ke depan, kata Yusuf.
Pewarta :
Editor: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar