Bangsa Indonesia menatap 2019 dengan penuh optimistis

id indonesia,pembangunan indonesia,kejayaan indonesia,masa depan indonesia,berita sumsel,berita palembang,antara sumsel,antara palembag,antara palembang

Sejumlah personel TNI membawa bendera Merah Putih berukuran besar (ANTARA/Yulius Satria Wijaya)

Musibah dan keprihatinan yang melanda sejumlah wilayah di Tanah Air, tentu tidak boleh membuat masyarakat terus berduka.
Jakarta (ANTARA News Sumsel) - Bangsa Indonesia di berbagai pelosok Tanah Air telah memasuki tahun baru 2019, meninggalkan tahun 2018 yang penuh dengan berbagai catatan.

Seperti biasa, masyarakat Indonesia menyambut tahun baru dengan keceriaan, ada yang berjalan-jalan, beribadah, maupun "anteng" saja di kediaman masing-masing.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan seperti tindak kriminal, tindak teror, ketidaktertiban, hingga kemacetan, pemerintah telah melakukan sejumlah pengamanan dan skenario serta pengaturan di masing-masing wilayah.

Sebagai ibu kota Indonesia, Jakarta mempersiapkan pengamanan kepada warga di seluruh kota administrasi, dengan berfokus kepada acara perayaan di jalan protokol dan tempat wisata yakni sepanjang Jalan Thamrin hingga Jalan Sudirman, Jakarta Pusat.

Kendati masih banyak warga Jakarta yang berada di luar Jakarta untuk libur tahun baru, namun kepolisian tetap bersiap menjaga keamanan dan ketertiban, Polda Metro Jaya dengan menurunkan Satuan Intelejen Keamanan.

Hal itu berguna untuk mendeteksi dini ancaman gangguan keamanan bagi masyarakat yang hendak merayakan malam pergantian tahun.
Dokumentasi polisi membawa barang yang mencurigakan. (ANTARA FOTO/Rony Muharrman/)

Tidak hanya itu, jajaran kepolisian yakni Polres, Satuan Intelkam, dan Lalu Lintas akan terus bersinergi menjaga masyarakat.

Menurut Wakil Kepala Polda Metro Jaya Brigadir Jendral (Pol) Wahyu Hadiningrat, kegiatan masyarakat akan terkonsentrasi di sejumlah titik yakni ruas jalan protokol, serta tempat wisata antara lain Ancol, Taman Mini, Ragunan, Monas, dan Kota Tua.

Kendati sebanyak 166.455 kendaraan meninggalkan Kota Jakarta saat liburan Tahun Baru, namun kepolisian tetap mengantisipasi kemacetan seandainya warga membawa kendaraan pribadi.

Sementara itu, menurut PT Jasa Marga (Persero), puncak arus balik libur Tahun Baru 2019 akan jatuh pada Selasa (1/1/2019) dengan prediksi 95.000 kendaraan akan melintasi Gerbang Tol Cikarang Utama menuju arah Jakarta.

Upaya yang dilakukan kepolisan untuk mengantisipasi kemacetan di jalan protokol saat perayaan malam pergantian tahun yakni dengan mengimplementasikan malam bebas kendaraan bermotor dan menutup Jalan Thamrin hingga Jalan Sudirman dan pada Senin (31/12) sore sejak pukul 17.00 WIB.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar (Pol) Yusuf menyebutkan 16 ruas jalan dialihkan yakni Jalan Majapahit (simpang Harmoni), Jalan Museum, Jalan Budi Kemuliaan, Jalan Kebon Sirih (simpang Jalan Serong hingga simpang Jalan Agus Salim atau Sabang), dan Jalan Wahid Hasyim (simpang Jalan Mas Mansyur hingga simpang Jalan Agus Salim atau Sabang).

Selain itu Jalan Kebon Kacang, Jalan Teluk Betung, Jalan Merdeka Barat, Jalan Merdeka Selatan, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Tanjung Karang, Jalan Imam Bonjol, Jalan Sunda, Jalan Merdeka Selatan (tahap 1 depan Wisma Antara dan tahap dua Kedubes AS), Jalan Merdeka Utara depan Pertamina, dan Jalan Veteran 3 juga akan dialihkan.

Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan 30 kantong parkir sebagai tempat mobil maupun motor masyarakat.

Sebanyak 30 titik parkir di sekitaran jalan-jalan protokol mulai dari Jalan Merdeka Barat-Jalan MH Thamrin-Jalan Sudirman-Dukuh Atas Jakarta Pusat dapat menampung 25.647 kendaraan roda empat dan 14.983 motor roda dua.

Titik-titik parkir yang disediakan yakni Menara BCA, Grand Indonesia, Gedung Wisma BNI 46, Plaza Indonesia, Wisma Nusantara, Wisma Antara, Jakarta Theatre, Gedung Jaya, Gedung Prince Center, Kompleks Gedung Midplaza, Plaza Permata, dan Wisma Nugraha Santana.

Selain itu Plaza BII, Menara Thamrin, Gedung Artaloka, Gedung BNI 46, Menara BDN, Gedung Menara Multimedia, The City Tower, UOB Plaza, Gedung The Landmark, Graha Mandiri/Mandiri Syariah, Gajah Mada Plaza, Duta Merline Plaza, Stasiun Gambir, Gedung Sarinah, Masjid Istiqlal, Lembaga Ketahanan Nasional, Perpustakaan Nasional RI, dan lahan parkir di Kementerian Perdagangan RI pun menjadi pilihan titik parkir.

Pemprov juga memfasilitasi masyarakat dengan penambahan armada bus Trans Jakarta yang beroperasi pada malam pergantian tahun.

TransJakarta menambah armada bus sebanyak 126 angkutan bus pada malam hari bagi kelancaran masyarakat yang akan pergi merayakan tahun baru.

Sejumlah bus tersebut akan beroperasi di koridor 1 (Blok M-Kota), 5 (Ancol-Kampung Melayu), dan 7 (Kampung Rambutan-Ancol) pada liburan akhir tahun.

Seperti pada perayaan tahun baru sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta mendirikan empat panggung yakni di Jalan MH Thamrin, Bundaran Hotel Indonesia, Jalan Kebon Sirih, dan Jalan Wahid Hasyim dengan acara yang dimulai pada pukul 19.00 hingga pukul 00.00 WIB.

Kemudian, 7 bus tingkat gratis juga akan dioperasikan bagi masyarakat yang ingin berkeliling kota Jakarta dengan tujuh layanan yakni History of Jakarta (BW1) dengan rute Juanda-Monas-Balai Kota-Museum Nasional, Gedung Arsip-Museum Bank Indonesia-BNI 46-Pasar Baru-Juanda, Jakarta Modern (BW2) mulai dari Juanda-Monas-Balai Kota- Sarinah Plaza Indonesia-Sarinah-Museum Nasional-Pecenongan-Pasar Baru-Juanda, Art and Culinary (BW3) memiliki rute Balai Kota-Sarinah-Plaza Indonesia-Harmoni-Gedung Arsip, Museum Bank Indonesia-BNI 46-Sawah Besar-Pecenongan-Juanda-Monas-Balai Kota.

Selanjutnya rute Jakarta Skyscrapers (BW4) dengan layanan Juanda-Monas-Balai Kota-Sarinah-Tosari-Dukuh Atas-Karet Sudirman-Bundaran Senayan-Gelora Bung Karno-Dukuh Atas-Plaza Indonesia-Museum Nasional-Pecenongan-Pasar Baru-Juanda, rute RPTRA Kalijodo (BW5) dari Balai Kota-Sarinah-Tosari, RPTRA Kalijodo-Tosari-Plaza Indonesia-Sarinah-Balaikota, kemudian rute Makam Mbah Priok (BW6) yang melayani Juanda-Monas-Balai Kota-Sarinah-Tosari-Makam Mbah Priok, serta Jakarta Shopping (BW7) dengan layanan dari Balai Kota-Sarinah-Tosari-Dukuh Atas-Gelora Bung Karno-Plaza Senayan-Senayan City-Gelora Bung Karno-Dukuh Atas-Tosari-Grand Indonesia-Sarinah-Balai Kota.

Warga Jakarta pun akhirnya memeriahkan malam pergantian tahun dengan penuh keceriaan, kedamaian, dan tanpa kejadian yang berarti.

Kemeriahan di daerah Tidak hanya wilayah ibu kota, sejumlah aparat keamanan di daerah merayakan malam pergantian tahun dengan kegembiraan.

Kota Bandung, sebagai salah satu destinasi wisata masyarakat yang ramai di Jawa Barat juga mengantisipasi ramainya acara pergantian tahun.

Jalan Pasteur, sebagai salah satu gerbang masuk ke Bandung, dilakukan pengalihan arus di gerbang Tol Pasteur apabila terjadi antrean panjang kendaraan.

Satlantas Polrestabes Bandung menyiapkan penyekatan di dalam tol kepada mobil yang hendak masuk ke Kota Bandung sehingga konsentrasi jumlah kendaraan dapat terbagi tidak hanya melalui GT Pasteur, namun juga melalui GT Pasirkoja, maupun GT Buah Batu.

Pada malam pergantian tahun, kepadatan kendaraan disebabkan karena masyarakat berkumpul di atas jalan layang Pasupati yang berimbas ke Jalan Pasteur maupun Jalan Dago.

Kepolisian menyiapkan dua peleton tim untuk menghalau massa agar tidak berkumpul di atas "flyover".

Sementara itu, Badan Narkotika Nasional Kabupaten Garut mengantisipasi peredaran dan penggunaan narkotika serta obat-obatan terlarang pada malam pergantian tahun.

BNN menilai pada perayaan malam tahun baru banyak orang cenderung pesta berlebihan dan rentan menyalahgunakan narkoba dalam kegiatannya.

Hal itu diantisipasi BNN dengan melakukan operasi intelijen untuk mencegah peredaran narkoba.

"Ada petugas lidik yang turun ke tempat berpotensi, ini untuk antisipasi," ungkap Plt. Kepala BNN Kabupaten Garut Asep Sahrudin di Kantor BNN Garut, pada Senin (31/12).

Patroli bersama petugas gabungan ke sejumlah tempat hiburan serta kafe juga dilakukan aparat.

Berbeda lagi upaya penjagaan ketertiban oleh petugas kepolisian di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur. Aparat melakukan razia knalpot "racing" atau knalpot tidak standar.

Menurut Kapolres Kupang Kota, AKBP Satrya Binti, razia akan digelar pada malam pergantian tahun baik kepada kendaraan roda dua maupun roda empat.

Satrya mengatakan balapan liar kerap dilakukan warga saat pergantian malam tahun baru.

Polisi juga melarang warga untuk mengonsumsi minuman beralkohol dengan "nongkrong-nongkrong" di pinggiran jalan.

Sebanyak 463 personel polisi disiapkan menjaga malam tahun baru di Kota Kupang.

Wilayah yang lebih dahulu mengalami pergantian tahun yakni Provinsi Papua sebagai daerah yang berada di bagian paling timur Indonesia.

Seruan untuk menjaga ketenangan pun digaungkan oleh Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano.

"Kami mengajak warga kota pada 31 Desember 2018 mulai pukul 17.00-22.00 WIT dilarang membunyikan petasan/mercon/meriam kaleng dan lain-lain agar umat Kristiani dapat melaksanakan ibadah kunci tahun dengan khidmat," ujar Benhur.

Ia menilai warga Jayapura sangat cerdas untuk saling menghormati dan tepaselira menghormati saudaranya saat beribadah.

Benhur juga mengingatkan pembatasan konsumsi minuman keras sesuai Instruksi Wali Kota Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pembatasan Waktu Konsumsi Minuman Keras (Miras), Penjualan Miras, Petasan/Kembang Api dan Aam Buka-Tutup Tempat Hiburan Malam.

Sementara itu di Aceh, pemerintah melarang masyarakat untuk merayakan malam pergantian tahun.

Pemerintah Banda Aceh merazia segala bentuk perlengkapan perayaan seperti terompet, kembang api dan benda lain.

Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman di Banda Aceh mengatakan hal itu dilakukan karena Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Banda Aceh melarang perayaan malam tahun baru karena bertentangan dengan syariat Islam.

Aminullah juga mengingatkan sejumlah tempat makan, kafe dan hotel untuk tidak menggelar acara perayaan tahun baru 2019.

Untuk warung kopi, Wali Kota membolehkannya untuk tetap berdagang hingga larut karena banyak konsumen yang mencarinya.

"Personel yang dikerahkan hanya secukupnya. Kegiatan pengawalan ini dipusatkan di Simpang Lima. Selain itu juga ada patroli keliling," kata Aminullah Usman terkait personel yang mengawasi kegiatan masyarakat saat malam pergantian tahun.

Hal itu dilakukan karena Aceh mengamalkan syariat Islam dalam otonomi khusus. Dalam syariat Islam, tahun baru yang digunakan adalah tahun baru dalam kalender hijriah, bukan masehi.

Bagaimanapun keputusan pemerintah daerah dan pusat dalam pergantian tahun, masyarakat harus dapat menerimanya untuk kenyamanan dan keamanan bersama.

Selain itu, Indonesia pada penghujung tahun ini juga dilanda beberapa fenomena alam yang mengakibatkan bencana serta merenggut korban jiwa.

Sudah sepantasnya masyarakat dapat lebih dewasa dan prihatin kepada saudara-saudara sebangsanya yang tengah mengalami kesusahan akibat bencana baik di Banten, Lampung, Palu, dan Lombok.

Namun demikian, berbagai musibah dan keprihatinan yang melanda sejumlah wilayah di Tanah Air, tentu tidak boleh membuat masyarakat terus berduka.

Sebaliknya, masyarakat Indonesia harus menatap tahun baru 2019 dengan penuh suka cita dan optimistis.
Pewarta :
Editor: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar