Bank Indonesia Sumsel musnahkan Rp 1,3 Triliun uang lusuh

id BI,bank indonesia,uang lusuh

Bank Indonesia - BI ((FOTO ANTARA/12))

Palembang (ANTARA News Sumsel) - Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan telah memusnahkan uang tidak layak edar atau uang lusuh senilai Rp1,3 triliun sampai kuartal III 2018.

"Rp 1,3 triliun itu kira-kira 20 persen dari total uang yang masuk ke BI Sumsel selama 2018, jadi memang cukup banyak juga jumlahnya, apalagi yang beredar di masyarakat, wah itu jauh lebih banyak," Kepala Deputi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan uang Rupiah Bank Indonesia Sumsel Muhammad Seto, Rabu. 

Berdasarkan catatan BI Sumsel, jumlah uang lusuh yang dimusnahkan pada 2016 senilai Rp 8 triliun, menurun pada 2017 senilai Rp 6.6 triliun, dan diprediksi menurun lagi pada 2018.

Menurutnya  uang lusuh timbul karena rasa memiliki (be have) masyarakat masih kurang, upaya merawat bentuk uang tetap lurus dan segar tidak diperhatikan masyarakat dalam bertransaksi. 

"Misal uangnya di remas-remas waktu bayar parkir, terus pakai dompet yang ditekuk, adalagi kalau ngasih sumbangan di plintir, uang itu terus-terusan berputar saat bertransaksi, maka ketika uang itu disetorkan di bank, langsung di tahan jangan sampai keluar lagi, ganti dengan yang bagus," ujar Seto. 

Pihaknya pun menghimbau kepada masyarakat agar menahan uang lusuh dengan tidak gunakan saat berbelanja, bisa pula setorkan uang tersebut ke bank, atau gunakan uang lusuh untuk mengisi 'top up' uang elektronik di minimarket. 

"Kami juga sudah himbau ke minimarket supaya jangan pakai uang lusuh sebagai kembalian, kalau ada pembeli yang gunakan uang lusuh ya di ambil dan tahan, bukan di keluarkan lagi," jelasnya

Dia menambahkan sebagai bank sentral, BI memiliki tugas untuk menerapkan aturan-aturan kondisi uang, di mana uang yang ada di masyarakat itu harus layak edar dan segar, karena uang lusuh rentan dihinggapi bakteri. 

Berbagai upaya dilakukan BI Sumsel untuk menarik peredaran Utle atau uang lusuh dari masyarakat melalui kas keliling, bahkan sampai jemput bola ke masyarakat di daerah pelosok perairan Sungai Musi melalui kapal-kapal kas keliling.

 
Pewarta :
Editor: Erwin Matondang
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar