Kapten Sriwijaya FC membantah disuap Arema fc

id Yu Hyun Koo,sriwijaya fc,berita sumsel,berita palembang,antara sumsel,antara palembang,antara sumsle,sfc,mafia bola,liga indonesia

Kapten SFC Yu Hyun Koo diwawancarai terkait mafia bola di Palembang. (ANTARA News Sumsel/Dolly Rosana/Ang/18)

 Palembang (ANTARA News Sumsel) - Kapten Sriwijaya FC Yu Hyun Koo membantah bahwa dirinya menerima tawaran dari seseorang yang mengatasnamakan Arema FC agar mengalah saat bertemu di Malang, Jawa Timur, 12 Desember 2018 pada pertandingan terakhir Liga 1 2018.

Pesepak bola asal Korea Selatan ini heran mengapa pernyataannya sebelumnya yang mengatakan pernah didekati mafia bola justru dikaitkan dengan Arema FC.

"Saya juga bingung kenapa jadi begini yang tersebar. Sampai dari pihak manajemen Arema marah, tidak benar itu, tidak ada yang menghubungi saya mengatasnamakan Arema," kata Yu.

Yu kembali menegaskan bahwa sebelumnya ia mengatakan kepada awak media bahwa memang benar pernah dihubungi komplotan mafia bola, yakni persisnya pada setiap laga away seusai melawan Bhayangkara FC.

"Sejak saat ini banyak yang hubungi saya, setiap laga away selalu ada. Ada yang telepon, sampai WhatsApp. Tapi saya tolak terus, saya langsung lapor Pak Ucok (manajer tim, red)," kata dia.

Gelandang serang Sriwijaya FC ini ditawari uang Rp400 juta dengan sarat dilakukan pengaturan skor.

"Saya mau diajak ketemu seseorang yang dibilang bos mereka, tapi saya tidak mau. Mereka minta saya atur, siapa saja pemain yang mau dikasih, bisa kiper atau pemain belakang," kata dia.

Hingga kini, pemain yang sudah merumput di SFC sejak 2015 ini tidak tahu siapa yang menghubunginya. Ia menduga bisa jadi pelaku judi bola atau oknum manajemen klub.

Terkait ini, Asisten Manajer Sriwijaya FC Ahmad Haris mengatakan isu adanya penyuapan dari Arema FC ke Yu Hyun Koo itu sama sekali tidak benar.

Menurutnya, Yu tidak pernah menyebut siapa oknum yang mendekatinya, termasuk asal klubnya.

"Saya rasa ini hanya upaya oknum tertentu yang tidak ingin laga Sriwijaya FC melawan Arema berlangsung fair play. Intinya ada pihak yang mau mengambil kesempatan. Ya, mudah saja tidak usah dipedulikan, diabaikan saja dan kedua tim fokus pada persiapan," kata dia.

Sebelumnya muncul pemberitaan di sejumlah media asal Jakarta dan Malang yang mengatakan bahwa ada upaya penyuapan dari Arema FC ke pemain SFC.

Konteks penyuapan, pengaturan skor dan mafia bola saat ini menjadi santapan hangat publik menyusul terungkapnya patgulipat perbuatan tak terpuji tersebut oleh oknum PSSI dalam acara Najwa Shihab di Trans7 pada pekan lalu dengan tajuk "PSSI Bisa Apa".
Pewarta :
Editor: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar