Sumsel siaga bencana memasuki musim penghujan

id musim penghujan,Badan Penanggulangan Bencana Daerah,bpbd sumsel,berita sumsel,berita palembang,antara sumsel,antara palembang,Musirawas, Ogan Ilir, Og

Personel SAR Palembang mengevakuasi warga yang menjadi korban banjir. (ANTARA News Sumsel/Nova Wahyudi/dol)

Palembang (ANTARA News Sumsel) - Sumatera Selatan terus memaksimalkan penyiagaan personel dan peralatan menghadapi bencana memasuki musim penghujan, kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Selatan Iriansyah.

"Sumsel rawan akan bencana banjir dan longsor terutama saat musim penghujan," katanya di Palembang, Selasa.

Oleh karena itu memasuki musim penghujan sekarang ini pihaknya telah mempersiapkan diri sehingga bila terjadi bencana yang tidak diinginkan secepatnya dapat ditanggulangi.

Pihaknya telah menyiagakan antara lain personel dan peralatan untuk mengantisipasi bila bencana datang, ujar dia.

Selain itu, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dalam mengantisipasi bila terjadi bencana di daerah ini.

Apalagi bila dilihat dari prakiraan cuaca hampir seluruh wilayah Sumatera Selatan mengalami musim penghujan, kata dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, jadi siaga bencana penting untuk membantu menanggulangi bila daerah ini terjadi banjir dan tanah longsor.

Sementara berdasarkan data daerah rawan banjir di Sumsel antara lain Musirawas, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Muaraenim, Banyuasin dan Musi Banyuasin.

Sementara daerah rawan tanah longsor antara lain Ogan Komering Ulu Selatan, Pagaralam, Empat Lawang, Muaraenim atau daerah perbukitan.

Dalam mengantisipasi bencana tersebut anggota jajaran Korem 044/Garuda Dempo telah mempersiapkan diri dengan menyiagakan personel melalui latihan.

Kapenrem 044/Garuda Dempo Mayor Inf Aris Barunawan mengatakan, para anggota tersebut antara lain melaksanakan latihan penanggulangan bencana banjir dan longsor.

Mereka dibekali keterampilan diantaranya tata cara menggunakan perahu karet dan evakuasi korban, tambah dia.
Pewarta :
Editor: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar