Pemasukan PAD dari retribusi sampah tidak maksimal

id sampah,TPA,TPA sukawinatan,PAD,pemkot palembang,walikota

Petugas mengendalikan alat berat untuk memindahkan sampah di Tempat Pembuangan Akhir Sampah Sukawinatan Palembang,Sumsel, Rabu (7/3). Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang mencatat rata-rata per hari Jumlah sampah yang diangkut dri seluruh TPS Kota Palembang mencapai 800 hingga 900 ton dan mencapai 1200 ton pada hari libur. (ANTARA news Sumsel/Feny Sell/18)

...Masih ada waktu di November dan Desember untuk dinas lingkungan hidup dan kebersihan kota memaksimalkan PAD dari retribusi sampah, baik dari rumah tangga, badan usaha dan restoran....
Palembang (ANTARA News Sumsel) - Pencapaian retribusi sampah yang menjadi salah satu pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Palembang ternyata tidak maksimal sejak tahun lalu. 

Wali Kota Palembang,  Harnojoyo mengatakan retribusi sampah tahun 2017 ditargetkan Rp5,3 miliar, terealisasi hanya Rp4,7 miliar. Tahun ini ditarget Rp5,8 miliar terealisasi sampai Oktober Rp4,6 miliar atau 69 persen. 

"Masih ada waktu di November dan Desember untuk dinas lingkungan hidup dan kebersihan kota memaksimalkan PAD dari retribusi sampah, baik dari rumah tangga, badan usaha dan restoran," ujar Harnojoyo, Kamis. 

Minimnya capaian retribusi sampah ini diklaim Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Palembang, Faizal AR lantaran terbatasnya jumlah armada pengangkut sampah. Idealnya kota Palembang membutuhkan 190 - 250 truk pengangkut sampah. 

Namun, saat ini yang dimiliki oleh DLHK Kota Palembang hanya separuhnya, yakni 105 mobil. Menurutnya, dari jumlah itu, hanya sekitar 75 mobil yang normal, dan 48 mobil diantaranya bertugas untuk mengangkut sampah di pasar.

"Kuncinya itu mobil sampah optimal dan didukung Tempat Pembuangan Sampah (TPA) yang mumpuni. Tapi sekarang jumlah armada yang kami punya itu tidak ideal, jadi ada saja sampah yang tidak terangkut. Selain itu TPA Sukawinatan juga daya tampung tidak sampai 1 tahun lagi, kami upayakan membuang di TPA Karyajaya," jelasnya.

Retribusi sampah ini menurut Harno diterapkan diantaranya pada rumah tangga, restoran dan juga perhotelan.

"Tarifnya tidak sama tergantung besarnya jenis usaha, sekitar Rp25.000 - Rp50.000 perbulan. Tapi yang paling besar hotel," imbuhnya.

 
Pewarta :
Editor: Erwin Matondang
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar