Gubernur Sumsel akan aktifkan kembali P3N

id Herman Deru,Gubernur Sumatera Selatan,Pegawai Pencatat Nikah,desa pelosok,Kantor Urusan Agama,rumah ibadah

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru. (Dok.Humasprovsumsel)

Palembang (ANTARA News Sumsel) - Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru akan mengaktifkan kembali Pembantu Pegawai Pencatat Nikah (P3N) di daerah itu karena sangat dibutuhkan bagi masyarakat.

"Keberadaan P3N sangat dibutuhkan khususnya bagi masyarakat Sumsel yang berada di desa pelosok," katanya di Palembang, Jumat.

Dia mengatakan, masyarakat di daerah-daerah, terutama di wilayah terpencil sangat dimudahkan bila ingin menikah dengan diaktifkanya kembali P3N tersebut.

"Kasihan warga, apalagi yang berada di desa terpencil kadang-kadang harus menempuh jarak puluhan kilometer untuk datang ke Kantor Urusan Agama (KUA) ntuk menikah," kata dia.

Namun, lanjut gubernur, dengan diaktifkannya kembali P3N tersebut diharapkan tidak hanya membuat gembira calon pengantin tapi petugas itu sendiri.

Bukan itu saja tetapi hal tersebut sebagai bentuk memudahkan pelayanan terhadap calon penganten bila ingin menikah, ujar gubernur.

Permintaan pengatifkan kembali P3N itu sudah disetujui Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat melakukan peletakan batu pertama Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang dan lima rumah ibadah serta menghadiri pertemuan dengan penyuluh agama di Palembang lalu.

Sehubungan itu gubernur berterima kasih karena atas disetujuinya permintaan untuk mengaktifkan kembali P3N tersebut.

Sementara Menteri Agama dalam pertemuan itu mendukung atas diaktifkan kembali P3N tersebut sementara mengenai hal-hal teknis harus berkoordinasi dengan Kanwil Kementerian Agama setempat.

Apa yang disampaikan gubernur itu pihaknya mendukung dan mengenai teknis pelaksanaanya harus berkoordinasi dengan Kementerian Agama setempat, kata menteri.

Sebagaimana beberapa lama ini P3N tidak difungsikan lagi jadi bagi masyarakat yang akan menikah dilaksanakan KUA setempat.
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar