PLN berikan produk premium silver bagi pelayanan publik

id PLN,listrik,linggau,kwh

PLN berikan produk premium silver bagi pelayanan publik

Penandatanganan surat perjanjian jual beli tenaga listrik pelanggan premium silver (ANTARA News Sumsel/Sudirman/Erwin Matondang/18)

Lubuklinggau (ANTARA News Sumsel) - PT. PLN Persero unit pelayanan pelanggan Lahat, memberikan produk pelayanan premium silver, bagi tempat-tempat layanan publik di Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan.

"jumlah pelanggan premium silver untuk pelayanan publik seperti rumah sakit, sekolah, mall, perkantoran,hotel yang ada dikota Lubuklinggau berjumlah 11 pelayanan dari beberapa tempat,"kata manager unit pelayanan pelanggan lahat zamzami, Kamis.

Dijelaskan Zamzami, premium silver merupakan pelayanan khusus, yang kehandalannya lebih dari yang biasa, karena pelanggan premium silver ini dicapai dari dua sumber tenaga listrik.

Jadi dikatakan premium silver, yakni ibarat satu pelanggan namun sumber aliran tenaga listriknya ada dua. 

Ia mencontohkan keunggulan premium silver, jika sedang terjadi gangguan alam seperti tiang roboh, pohon tumbang, tanah longsor, atau tiang listrik ditabrak oleh mobil, dan mengakibatkan terjadi gangguan listrik padam, tentu disini premium silver secara otomatis akan memanuver punyuplai aliran listrik ditempat lain sehinggal listrik tidak padam dan terus menyala.

"Jadi pelanggan premiun silver yang diutamakan adalah kehandalan, yang sementara berguna agar pelayan publik itu lebih baik," ujarnya.

Dilanjutkannya, untuk masalah tarif pelanggan premium silver, akan ada kenaikan tarif sebesar Rp55 per kwh.

Sementara direktur rumah sakit Siti Aisyah Kota Lubuklinggau Idris mengungkapkan jika rumah sakit merasa terbantu dengan adanya produk premium silver dari PLN.

Dikatakannya rumah sakit, tidak merasa kuatir pada saat sedang melaksanakan pelayanan publik seperti sedang melaksanakan operasi pasien, karena apabila listrik terjadi gangguan, makan premium silver akan tetap menyalah.

"Selain itu dapat menghemat pengeluaran, sebab apabila harus menggunakan mesin genset listrik saat lampu padam, kami akan mengeluarkan 90 liter bahan bakar dalam satu jamnya," tutupnya.

 
Pewarta :
Editor: Erwin Matondang
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar