Muba-LIPI kembangkan buah mangrove dan sabut kelapa

id mangrove,ukm sekayu,umkm, sekayu,Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia,berita sumsel,berita palembang,antara sumsel,antara palembang,Pendayagunaan SDA-Te

Pelatihan mangrove Musi Banyuasin. (Dok.Humas Muba)

Sekayu, Musi Banyuasin (ANTARA News Sumsel) - Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, menggandeng Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk mengedukasi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah bidang pemanfaatan buah magrove dan sabut kelapa.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Musi Banyuasin Richard Cahyadi di Sekayu, Rabu, mengatakan, pelatihan ini diberikan kepada masyarakat Kecamatan Lalan karena tanaman mangrove dan buah kelapa banyak tumbuh di kawasan ini sejak sepekan lalu.

"Pelatihan diberikan ke kalangan UMKM di dua desa, Desa Karang Mukti dan Purwa Agung yang akan menjadi rumah produksi," kata dia.
Pelatihan mangrove Musi Banyuasin. (Dok.Humas Muba)

Kabid Pendayagunaan SDA-Teknologi Tepat (TTG) Sahidi mengatakan dalam pelatihan ditekankan mengenai pemanfaatan Teknologi Tepat Guna (TTG) untuk pemanfaatan sumber daya alam (SDA).

Selain itu, diberikan pengetahuan teknis mengenai cara mengelola komoditi unggulan menjadi sirup, selai, dodol, permen, tepung dan pangan khas mangrove.

"Untuk sabut buah kelapa dibentuk menjadi tali galangan kapal," kata dia.

Terkait pemasarannya jika nantinya produk sudah dihasilkan oleh UMKM di dua desa ini, Sahidi memastikan bahwa pemerintah dan LIPI akan membantu.

Nanang Surahman, narasumber dari LIPI untuk pengelolaan buah Mangrove, mengatakan, Indonesia adalah salah satu negara yang mempunyai hutan mangrove terbesar di dunia, meskipun saat ini sebagian besar jumlah hutan itu sudah mengalami kerusakan.
Selai mangrove. (Dok.Humas Muba)


"Ekosistem Mangrove memiliki manfaat ekonomis yaitu hasil kayu, budidaya air payau, pariwisata dan lainnya. Serta manfaat lain secara ekologis adalah berupa perlindungan bagi ekosistem daratan dan lautan, yaitu sebagai penahan abrasi atau erosi gelombang dan angin kencang," kata dia.
Pewarta :
Editor: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar