Musi Banyuasin fokus garap lima sektor pembangunan

id pembangunan,sektor pembangunan 2019,RKPD Kabupaten Muba,peningkatan kualitas SDM,RAPBD muba tahun 2019,berita sumsel,berita palembang,antara palembang

Arsip- Pekerja mengerjakan proyek pembangunan. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/Ang/kye/18)

Sekayu (ANTARA News Sumsel) - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, saat ini tengah fokus menggarap kemajuan di lima sektor pembangunan pada 2019 untuk mencapai Visi Muba Maju Berjaya 2022.

Bupati Musi Banyuasin (Muba) Dodi Reza Alex di Sekayu, mengatakan, Selasa, dalam kebijakan pembangunan tahunan daerah itu sudah dituangkan dalam dokumen RKPD Kabupaten Muba Tahun Anggaran 2019 yang difokuskan pada lima prioritas daerah.

Kelimanya, peningkatan kualitas SDM, pengurangan kemiskinan dan kesenjangan antar wilayah, peningkagan produktivitas sektor unggulan daerah, peningkatan kualitas lingkungan dan stabilitas keamanan dan pemantapan reformasi birokrasi.

Ia mengatakan dalam Sidang Paripurna Masa Persidangan III Rapat ke-25, Senin, disampaikan bahwa alokasi anggaran lebih besar untuk belanja langsung, yakni belanja langsung sebesar Rp1,339 triliun, sementara anggaran belanja tidak langsung sebesar Rp1,045 miliar.

Dodi mengatakan, RAPBD tahun 2019 lebih besar untuk anggaran belanja langsung yang dilakukan untuk melaksanakan program dan kegiatan di setiap OPD, program prioritas Pembangunan Daerah yang sejalan Visi Muba Maju Berjaya 2022.

Sedangkan untuk belanja tidak langsung dialokasikan anggaran untuk memenuhi kebutuhan belanja pegawai yang meliputi gaji pegawai, kepala daerah serta penghasilan anggota DPRD.

Selain itu juga untuk belanja hibah, bantuan sosial, dan bantuan keuangan serta anggaran belanja tidak terduga.

Kami menyerahkan ke DPRD Kabupaten Muba untuk dibahas lebih lanjut terkait RAPBD 2019 tersebut, kata dia.

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Musi) memproyeksikan APBD Tahun 2019 sebesar Rp 2,56 triliun yang dialokasikan untuk belanja tidak langsung dan belanja langsung.
Pewarta :
Editor: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar