Indonesia diminta bangun kepercayaan negara besar terkait Indo-Pasifik

id Indonesia,bangun,kepercayaan,Indo-Pasifik

Ketua UNESCO untuk Tantangan Transnasional dan Pemerintahan Amitav Archarya (Documentation of American University)

....Tanpa kepercayaan di antara negara-negara besar, sulit untuk mewujudkan gagasan tersebut....
Jakarta (ANTARA News Sumsel) - Indonesia harus membangun kepercayaan dan keyakinan di antara negara-negara besar di kawasan untuk mewujudkan gagasan Indo-Pasifik.

"Tanpa kepercayaan di antara negara-negara besar, sulit untuk mewujudkan gagasan tersebut" ujar Ketua UNESCO untuk Tantangan Transnasional dan Pemerintahan, Amitav Archarya di Jakarta, Senin.

Kemudian, Indonesia harus menciptakan pemahaman bersama terkait gagasan indo-pasifik di antara negara-negara berkembang yang mempunya lokasi strategis di kawasan.

"Menciptakan pemahaman bersama dapat dilakukan dengan dialog-dialog yang berkelanjutan untuk membahas gagasan indo-pasifik," ujar dia.

Di kawasan Asia Pasifik ini, terdapat empat negara besar yang memiliki kekuatan di bidang politik, ekonomi dan militer serta berpengaruh bagi kawasan besar tersebut adalah Amerika Serikat, Jepang, Cina dan Rusia.

Selain empat negara besar tersebut, di kawasan Asia Pasifik juga terdapat Association of Southeast Asian Nations (ASEAN). ASEAN adalah organisasi subregional di kawasan Asia Pasifik yang diperhitungkan oleh negara-negara superpower maupun negara lainnya di kawasan.

Sebelumnya, Mantan Menteri Luar Negeri RI, Marty Natalegawa mengatakan gagasan Indo-Pasifik dapat mempertahankan sentralitas dan kesatuan ASEAN baik secara geografis maupun geopolitik dalam menjaga stabilitas kawasan.

"Gagasan Indo-Pasifik sejalan dengan Treaty of Amity and Cooperation (TAC) yang dimiliki oleh ASEAN," ujar Marty Natalegawa.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang memilih istilah Indo-Pasifik, ketimbang Asia-Pasifik yang digunakan pemerintahan AS sebelumnya dapat menjadikan momentum mengangkat gagasan Indo-Pasifik itu.

"Gagasan Indo-Pasifik dicetuskan oleh saya saat 2013 di Washington D.C. dalam sebuah konferensi internasional," kata dia.

Namun, lanjutnya, diperlukan pendekatan keseimbangan yang dinamis (dynamic equlibrium) di kawasan Asia Pasifik, sehingga tidak ada kekuasaan yang mendominasi di kawasan tersebut.

Keseimbangan yang dinamis tersebut dibangun dengan meningkatkan kerjasama dan membangun pola hubungan kerjasama dan kemitraan sehingga konfrontasi dapat dihindari.

Pendekatan ini dapat mempromosikan keamanan, kemakmuran dan stabilitas bersama di kawasan.
Pewarta :
Editor: Erwin Matondang
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar