Pemkot Palembang bersihkan alat peraga kampanye

id alat peraga kampanye,caleg,pemilu,kampanye

Ilustrasi

Palembang (ANTARA News Sumsel) - Satuan Polisi Pamong Praja Kota Palembang akan menurunkan 200 anggota untuk membersihkan Alat publikasi para calon anggota legislatif yang dianggap menganggu estetika..

"Maraknya pemasangan Atribut Sosialisasi/Publikasi atau alat peraga kampanye (APK) para Caleg di Kota Palembang membuat kawasan Kota Palembang terlihat berantakan, untuk mengatasi hal tersebut kami akan copot," ujar Kepala Sat Pol PP Kota Palembang, Alex Ferdinandus,  Senin. 

Dia mengatakan akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu kepada semua partai yang anggotanya ikut dalam pemilihan calon legislatif untuk tidak memasang atau mencopot alat publikasinya.

"Awalnya kami akan melakukan sosialisasi terlebih dahulu, dan mengimbau kepada partai agar segera mencopot alat/atribut publikasinya," katanya. 

Baru setelah itu pihaknya segera melakukan pembersihan APK yang kerap di temui di pohon, dan tiang listrik.

"Untuk membersihkan APK para caleg tersebut saya menurunkan sebanyak 200 anggota Satpol PP, untuk titik awal akan kami susuri sepanjang jalan protokol," jelasnya.

Bahkan total APK para caleg tersebut sudah bejumlah ribuan sehingga sangat mengangu estika dan membuat kawasan kota Palembang terlihat beratakan.

"Pelaksanaan penertiban baliho yang menganggu keindahan kota Palembang akan segera kita laksanakan karena sudah berkoordinasi dengan KPU, Kesbangpol serta Bawaslu," terangnya.

Penertiban tersebut sesuai dengan Perwali nomor 17 tahun 2017. Tentang pengaturan pemasangan atribut dan publikasi.

"Dengan ada perwali ini, kami akan secepatnya membersihkan Atribut dan Baliho Caleg yang melanggar dengan berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan penertiban ini juga untuk menyadarkan para caleg," katanya. 

Dirinya mengimbau kepada para caleg untuk  melakukan sosialisasi di tempat yang tidak dilarang. Agar tertib dalam memasang atribut dan janganlah memasang dipohon, tiang listrik, tiang telepon yang dirasa mengurangi estetika kota Palembang.

 
Pewarta :
Editor: Erwin Matondang
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar