PDAM Tirta Musi bangun intake di kawasan seberang ilir

id PDAM,PDAM Tirta Musi,intake,air,air bersih,instalasi pengolahan air

Instalasi pengelolaan air PDAM Tirta Musi (Antarasumsel.com)

Palembang (ANTARA News Sumsel) - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Musi Palembang meningkatkan kapasitas pengaliran eksisting juga segera dibangunnya Instalasi Pengolahan Air di Seberang Ilir dengan kapasitas 1.100 liter perdetik. 

"Pelayanan air bersih saat ini belum mengcover seluruh pelanggan Palembang terutama kawasan pinggiran. Untuk meningkatkan pelayanan itu, pihaknya segera mengembangkan investasi dengan membangun intke di kawasan ilir," ujar Direktur Utama PDAM Tirta Musi Palembang, Andi Wijaya, Sabtu. 

Lanjut dia, pembangunan intake baru di seberang Ilir ini merupakan investasi PDAM dalam meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Pembangunan Intake ini akan dilakukan di Pulokerto, Gandus dengan kapasitas 1.100 liter/detik. 

Selain itu pihaknya juga akan membangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) dengan kapasitas 1.000 liter/detik yang tahap pertama akan dibangun terlebih dulu 700 liter/detik.

Pembangunan ini akan memakan waktu sekitar dua tahun.

"Diharapkan nantinya akan memenuhi kekurangan produksi air dan menjangkau masyarakat pinggiran yang selama ini hanya teraliri dua hari sekali seperti di Kecamatan Sako dan Sukarame. Bahkan kebutuhan air Palembang surflus," jelasnya.

Menurutnya, pembangunan intake jaringan instalasi baru ini, untuk menambah produksi air bersih dan memperluas pelayanan PDAM di kawasan Gandus tetutama wilayah pinggiran di hilir. Kawasan zona merah di hilir seperti kecamatan Sematang Borang dan lainnya ini, diakuinya masih ada yang belum tersentuh.

Sekarang pembangunan WTP di 15 Ulu sedang berjalan dan akan menambah pelanggan di Seberang Ulu sekitar 40 ribu. Demikian intake di Gandus pun akan mengatasi permasalahan air seperti di kecamatan Sukarame, Talang Jambe, Sematang Borang juga Sako.

Direktur Operasional PDAM Tirta Musi Palembang, Cik Mit menambahkan, PDAM bercita-cita melayani semua masyarakat, maka dibangunlah intake di 15 Ulu dan kedepan di Gandus. Hanya saja memang saat ini pemasangan baru dibatasi karena belum bisa melayani semua permintaan terutama kawasan pinggiran.

"Untuk di Kertapati, progresnya 2019 akhir bisa dilayani, jaringan induk di Keramasan l, pipa dari Musi II terkoneksi sekarang belum maksimal. Nanti menunggu Ogan II pada 2023, bisa melayani 9000 pelanggan dari rusunawa ke Keramasan Jembatan Musi II," ungkapnya.

 
Pewarta :
Editor: Erwin Matondang
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar