Gubernur Sumsel anggap mahasiswa sangat dipercaya masyarakat

id herman deru,gubernur sumsel,mahasiswa,UIN Raden fatah

Arsip- Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru (kiri) bersama Wakil Gubernur Sumatera Selatan Mawardi Yahaya (kanan) menyampaikan pidato perdananya di Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (2/10). Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Selatan periode 2018-2023 menyampaikan pidato pertama dihari kerja pertama kerja setelah secara resmi dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Senin (01/10). (ANTARA News Sumsel/Nova Wahyudi/dol/18)

Palembang (ANTARA News Sumsel) - Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan mahasiswa merupakan komponen yang sangat dipercaya masyarakat, baik karena sejarah maupun peran pentingnya. 

"Dalam sejarahnya, mahasiswa menjadi berbagai penentu keadaan zaman di Indonesia, oleh karena itu kami pemerintah butuh mahasiswa, agar dengan peran pentingnya mau ikut terjun mensosialisasikan 'kerja besar' tahun depan'," ujar Herman Deru saat membuka Silaturahmi Kapolda beserta Forkopimda sumsel dengan BEM Sesumsel di Palembang, Kamis. 

Kerja besar yang dimaksud yakni pileg dan pilpres 2019, menurutnya dari bebeberapa survei ternyata masih banyak masyarakat di Sumsel yang belum mengetahui pelaksanaan pesta demokrasi besar tersebut. 

Apalagi untuk pertama kalinya pelaksanaan pileg dan pilpres tahun depan diserentakkan, perlu kerja keras semua elemen agar tingkat partisipasi pemilihan melebihi 70 persen, kepada perwakilan BEM Sesumsel pihaknya meminta mahasiswa jadi petugas sosialisasi. 

Selain sebagai petugas sosialisasi, mahasiswa juga dibutuhkan menjadi pengawas jalannya penyelengaraan pileg dan pemilu di semua wilayah dengan harapan pesta demokrasi berjalan secara terhormat. 

"Kurang lebih 6 bulan lagi 'kerja besar' itu datang, ayo mahasiswa jadilah petugas sosialisasi pemilu 2019, paling tidak masyarakat tahu tanggal pelaksanaan pemilu, sehingga suara mereka tersalurkan," ungkap Herman Deru. 

Sementara Presma BEM UIN Raden Fatah Palembang Imam Santoso sependapat dengan Gubernur Sumsel, mahasiswa sampai saat ini masih menjadi elemen penting perpolitikan di Indonesia, namun ada beberapa perbedaan jika dibanding masa lalu. 

"Ya mahasiswa saat ini karakteristiknya lebih pada kecenderungan media sosial, jadi tugas besarnya adalah memerangi hoax, barangkali poin ini yang mesti diperhatikan, kami selalu mengingatkan kepada kawan-kawan mahasiswa agar berhati-hati dengan informasi, jangan sampai kepercayaan masyarakat terhadap mahasiswa itu hilang," tutur Imam.

Imam sendiri mengklaim BEM nya bersifat netral, dalam arti tidak terlibat politik praktis,  aktivitas BEM diyakini tidak bercampur tangan dengan kepentingan politik golongan tertentu, karena hal tersebut pasti mencederai kepercayaan masyarakat.

 
Pewarta :
Editor: Erwin Matondang
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar