Indonesia buka peluang kerja sama bidang perfilman

id film,kerja sama perfilman indonesia,Delhi International Film Festival,antara palembang,berita sumsel,berita palembang

Film. (ANTARA News Sumsel/Ist)

New Delhi (ANTARA News Sumsel) - Pemerintah Indonesia melalui Pusat Pengembangan Perfilman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membuka peluang kerja sama di bidang perfilman dengan berbagai negara yang hadir pada Delhi International Film Festival di India.

"Pekan Film Indonesia di DIFF tidak hanya untuk mempromosikan film Indonesia, tapi juga menginformasikan bahwa kami sangat terbuka untuk kolaborasi apapun antara sineas Indonesia, sineas India, atau sineas berbagai negara di dunia dalam perfilman," kata Kepala Subbidang Fasilitasi Pengembangan Perfilman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Prima Duria di New Delhi, Minggu malam.

Prima menyampaikan dihadapan para duta besar sejumlah negara untuk India dan para pelaku industri film bahwa pemerintah Indonesia mengundang para pemangku kepentingan dan partisipan Festival Film Internasional Delhi untuk berkolaborasi.

Dia mengakui pentingnya para pemangku kepentingan untuk berperan dan bekerja bersama di bidang perfilman. Prima mengajak semua pihak yang berpartisipasi untuk tidak segan-segan membangun komunikasi dan jaringan dengan Indonesia.

"Jadi kita bisa mendapatkan manfaat untuk film dan budaya kita bersama," kata dia.

Indonesia sebagai negara mitra spesial dalam Delhi International Film Festival (DIFF) menghadirkan empat film dari berbagai genre yaitu Negeri Dongeng, Ziarah, Susah Sinyal, dan film pendek Pangreh. Film tersebut akan diputar selama satu pekan di NDMC Convention Center New Delhi pada jadwal yang berbeda-beda.

Prima mengatakan pemutaran keempat film ini diharapkan bisa memperlihatkan keunikan Indonesia, lansekap nusantara yang mengagumkan, dan potensi alam serta sisi kemanusiaan Indonesia.

"Kami berharap para penonton bisa mendapatkan pengetahuan tentang film Indonesia dan bisa memahami Indonesia," kata Prima.
Pewarta :
Editor: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar