Honorer K2 minta penerimaan CPNS ditunda

id honorer,pegawai honor,linggau,prana putra sohe,cpns,pemkot linggau,info sumsel

Honorer K2 bersama saat pertemuan dengan Wali Kota Lubuklinggau, Selasa (25/9). (ANTARA News Sumsel/Sudirman/Erwin Matondang/18)

....Kami minta agar dianggarkan di tahun 2019, terkhusus untuk honorer K2 dengan honor upah minimum kota saja sudah cukup....
Lubuklinggau (ANTARA News Sumsel) - Sekitar 172 pegawai honorer atau K2 Kota Lubuklinggau meminta Pemerintah Kota Lubuklinggau menunda penerimaan calon pegawai negeri sipil agar ditunda.

"Dari total 172 orang honorer K2, yang mengikuti tes CPNS hanya 16 orang dan usianya terakhir 35 tahun, kami meminta agar  pembukaan tes CPNS di kota Lubuklinggau ditunda untuk sementara waktu," kata ketua forum honorer K2 Kota Lubuklinggau Zaka usai bertemu dengan Wali Kota Lubuklinggau Prana Putra Sohe, Selasa.

Ia bersama dengan honorer lainnya meminta agar seluruh honorer K2 lebih diperhatikan, karena dari segi kesejateraan honorer K2 belum sejahtera.

"Kami minta agar dianggarkan di tahun 2019, terkhusus untuk honorer K2 dengan honor upah minimum kota saja sudah cukup," ujarnya.

Pihaknya juga mengaku berencana akan menggelar aksi unjuk rasa seluruh honorer K2 ke kantor Gubernur Sumsel pada 1 Oktober dan meminta restu dan dukungan dari Wali Kota Lubuklinggau

Sementara Wali Kota Lubuklinggau Prana Putra Sohe berharap agar seluruh honorer K2 dapat menggapai cita-cita, namun ditegaskannya untuk masalah penundaan tes CPNS merupakan kebijakan pusat, dan pihaknya tidak bisa menentang kebijakan pusat tersebut.

Memang dikatakannya, pihaknya sudah merencanakan 172 honorer kedepannya dengan sistem kontrak, dan seluruhnya akan mendapatkan SK kontrak tanpa mengikuti tes lagi.

"Dan rencanananya akan ada upah minimum kota," ungkap Prana Putra Sohe.

Sohe sendiri mendukung rencana seluruh honorer Lubuklinggau berangkat ke Palembang untuk menggelar aksi damai.

 
Pewarta :
Editor: Erwin Matondang
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar