Pemkot Palembang berhentikan tiga ASN terlibat korupsi

id asn,aparatur sipil negara,pns,asn diberhentikan,pemkot palembang,walikota palembang,bkd,badan kepegawaian daerah,bkn,korupsi,asn korupsi

Aparatur Sipil Negera (ASN). (pemerintah.net)

Palembang (ANTARA News Sumsel) - Pemerintah Kota Palembang memberhentikan tiga orang aparatur sipil negara yang terlibat korupsi berdasarkan hasil keputusan Mahkamah Agung yang sudah dinyatakan inkrach atau keputusan tetap.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Palembang Ratu Dewa di Palembang, Rabu, mengatakan, ketiga orang aparatur sipil negara (ASN) tersebut yakni Ketua PGRI Kota Palembang Hasanuddin yang statusnya sudah diberhentikan.

"Tapi karena yang bersangkutan menggugat dan gugatannya dikabulkan oleh pengadilan, maka pemkot telah menyurati BKN sejak dua bulan lalu untuk diaktifkan kembali status ASN yang bersangkutan," kata dia. 

Kemudian, yang kedua atas nama Dedi Sumaryanto yang diketahui staf Dinas Kebersihan Kota Palembang. Dedi? statusnya baru inkrah, hanya menunggu proses SK pemberhentian secara definitif.

"Pemberhentian butuh SK dari wali kota," katanya. 

Terakhir atas nama Erfan Kusnandar yakni staf Dinas Pendapatan Daerah Kota Palembang yang statusnya sudah diberhentikan, namun yang bersangkutan sementara masih melakukan kasasi ke MA. 

Wali Kota Palembang Harnojoyo mengatakan, sampai saat ini tiga ASN yang terlibat korupsi sudah tidak lagi menjabat sebagai PNS dan gajinya pun sudah dihentikan. 

"Semuanya sudah sesuai peraturan dari pemerintah pusat. Kita patuhi aturan. Jika sudah inkrach terlibat korupsi maka status PNS kita cabut sesuai dengan mekanismenya," kata dia. (D019)
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar