Hanya dua bulan, 201 rumah terbakar di Palembang

id rumah kebakaran,kebakaran,Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Palembang.,PBK,pemadam kebakaran

Arsip- Kebakaran hebat menghanguskan 15 rumah di jalan Dr. M. Isa Lorong Sepakat Kelurahan Kuto Batu Kecamatan Ilir Timur III Kota Palembang Kamis pagi, (29/8). (ANTARA News Sumsel/Aziz Munajar/Erwin Matondang/18)

....Kami meminta masyarakat agar memperhatikan sistem kelistrikan di rumah masing-masing serta ketersediaan alat pemadam kebakaran (Apar), belilah Apar selagi mampu, munculnya api bisa langsung dipadamkan kalau langsung disemprot Apar....
Palembang (ANTARA News Sumsel) - Setidaknya 201 rumah dan bangunan hangus terbakar selama bulan Juli - Agustus 2018 berdasarkan data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Palembang. 

"Pada bulan Juli - Agustus 2018 terdapat 88 kasus kebakaran pemukiman dan lahan, bulan Juli ada 28 kasus dan Agustus 61 kasus,"  kata Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Palembang Al-Hidir kepada Antara News Sumsel, Selasa. 

Menurutnya data tersebut belum termasuk bulan September yang pihaknya akui juga banyak terjadi kasus kebakaran, sehingga pihaknya tidak menyangkal jika ada peningkatan signifikan kasus kebakaran selama tiga bulan terakhir dibanding periode yang sama pada tahun 2017.

Secara keseluruhan selama Juli - Agustus paling tidak  ada 201 bangunan terbakar, termasuk di dalamnya rumah, ruko, gudang, dan bedeng, 

Sementara kasus kebakaran lahan berjumlah 41 kasus baik di wilayah Ulu maupun Ilir dengan Kecamatan Alang-Alang lebar dan Jakabaring paling mendominasi. 

Namun wilayah yang paling diwaspadai pihaknya terjadi kebakaran lahan dan Pemukiman penduduk yakni Kecamatan Jakabaring, Gandus, Alang-Alang Lebar, Plaju, Kertapati dan Ilir Barat

Dia menjelaskan kebakaran lahan meningkat dipicu musim kemarau dimana pada bulan Agustus lalu menjadi puncaknya, bahkan kebakaran lahan sempat terjadi di dekat Wisma Atlet saat Asian Games berlangsung, beruntung tidak sampai mengancam event tersebut. 

Sedangkan kebakaran rumah, utamanya wilayah pemukiman disebabkan oleh banyak faktor, tetapi paling banyak karena korsleting listrik dan tabung gas. 

"Kami meminta masyarakat agar memperhatikan sistem kelistrikan di rumah masing-masing serta ketersediaan alat pemadam kebakaran (Apar), belilah Apar selagi mampu, munculnya api bisa langsung dipadamkan kalau langsung disemprot Apar," ujar Alhidir. 

Ia melanjutkan untuk menanggulangi semua kasus kebakaran, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Palembang mengandalkan kekuatan 35 armada mobil damkar dengan 460 personel, tersebar di 7 pos, yakni Pos Kantor Pusat Merdeka, Firewood BKB, Seberang Ulu 1,13 Ulu, Gandus, Alang-alang lebar, dan Sako, semuanya beroperasi 24 Jam dan bisa diubungi lewat sambungan telepon nomor 113 jika terjadi kebakaran. 

Ia berharap angka kasus kebakaran lahan dan pemukiman di Kota Palembang dapat ditekan karena pada bulan Oktober 2018 diprediksi telah memasuki musim hujan.

 
Pewarta :
Editor: Erwin Matondang
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar