Asian Games - Kazakhstan ungguli pedayung Indonesia di tunggal putri

id dayung,lomba dayung,tim dayung indonesia,asian games,jsc,cabor,jakabaring sport city

Regu dayung putri Kazakstan memacu kecepatan pada pertandingan dayung kelas ringan ganda putri 2.000m Asian Games 2018 di JSC Lake Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (21/8). (ANTARA FOTO/INASGOC/Rahmad Suryadi/nym/18)

Palembang (ANTARA News Sumsel) - Atlet dayung Kazakhstan mengungguli pedayung tuan rumah Indonesia di kelas tunggal putri (Women`s Single Sculls/W1X) pada hari ketiga babak penyisihan nomor rowing Asian Games 2018,

Dalam pertandingan yang berlangsung di venue Jakabaring Sports City, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa, pedayung Kazakhstan Opachanova Aleksandra yang bermain di race 31 berhasil unggul dari Indonesia dan tiga negara lainnya dengan catatan waktu 8,31.87 menit di posisi 2000 meter.

Atlet tuan rumah Yuliawati Dewi hanya mampu menempati peringkat keempat dengan catatan waktu 9,41.15 menit.

Peringkat kedua diduduki atet dayung dari Iran, Javar Mahsa dengan catatan waktu 8,40.63 menit, sedangkan peringkat ketiga diduduki pedayung Hongkong, Hung Wing Yan Minne dengan catatan waktu 8,49.77 menit.

Atlet dari Pakistan, Rafique Rabia yang turun di kelas tunggal putri nomor rowing Asian Games yang dijadwalkan berlangsung hingga 1 September 2018 itu hanya mampu menduduki peringkat kelima dengan catatan waktu 11,15.15 menit.
Regu dayung putri Kazakstan memacu kecepatan pada pertandingan dayung kelas ringan ganda putri 2.000m Asian Games 2018 di JSC Lake Jakabaring, Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (21/8). (ANTARA FOTO/INASGOC/Rahmad Suryadi/nym/18)

Sementara itu, pada kelas ganda putri (Women`s Pair/W2-R) pedayung Kazakhstan, Germanovich S dan Chepikova Viktoriya hanya mampu menduduki peringkat kedua dengan cacatan waktu 8,39.55 menit.

Posisi pertama dalam perlombaan kelas ganda putri (W2-R) diduduki atlet dayung Myanmar, Latt Shwe Zin dan Win Nlar yang mencatat waktu terbaik 8,33.80 menit. (Y009).
Pewarta :
Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar