Warga mengeluh harga daging selalu tinggi tiap lebaran

id harga daging,pedagang daging,idul adha,lebaran

Penjual daging kerbau menjajakan dagangannya menjelang Idul Adha di pasar Lawang Agung, Muratara, Selasa (21/8/2018). (ANTARA News Sumsel/Rahmat Aizullah /Erwin Matondang/18)

....Semua pedagang daging di sini jual Rp140 ribu per kilo, masa saya mau merusak pasaran, tapi ada beberapa pembeli tertentu saya kasih turun sedikit, bisa Rp130 ribu per kilo....
Musi Rawas Utara (ANTARA News Sumsel) - Warga di Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, mengeluhkan harga daging sapi dan kerbau yang selalu tinggi setiap menjelang hari raya lebaran.

"Baik Idul Fitri maupun Idul Adha, harga daging selalu naik, kami sangat mengeluhkan hal ini," kata seorang pembeli, Nurazizah, saat dijumpai di pasar Lawang Agung, Musi Rawas Utara (Muratara), Selasa.

Dia berharap pemerintah bisa mengatasi masalah kenaikan harga daging yang selalu terjadi menjelang hari raya lebaran setiap tahunnya, karena dikhawatirkan naiknya harga daging adalah permainan para pedagang itu sendiri.

"Kami sebagai pembeli ini tidak paham, apakah ini permainan dari pedagang atau bagaimana, kalau dibilang karena ketersediaan sedikit, tapi yang jual daging banyak, sedangkan harganya tetap mahal," katanya.

Sementara seorang penjual daging di pasar Lawang Agung Muratara, Usman mengungkapkan harga daging kerbau pada hari ini atau sehari menjelang Idul Adha 1439 Hijriyah mencapai Rp140 ribu per kilogram.

"Harga ini sama dengan waktu lebaran Idul Fitri, harganya Rp140 ribu juga per kilonya, kalau hari biasa di bawah harga ini sedikit, sekitar Rp120 ribu per kilo," ujarnya.

Dia mengakui setiap lebaran baik Idul Fitri maupun Idul Adha harga daging sapi dan kerbau mengalami kenaikan, hal tersebut katanya karena menyesuaikan harga di pasaran yang sudah dipatok oleh para pedagang lainnya.

"Semua pedagang daging di sini jual Rp140 ribu per kilo, masa saya mau merusak pasaran, tapi ada beberapa pembeli tertentu saya kasih turun sedikit, bisa Rp130 ribu per kilo," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Erwin Matondang
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar