Pariwisata Lombok rugi Rp1,5 triliun akibat gempa

id Pariwisata lombok,Gempa,Menpar

Menteri Pariwisata Arief Yahya (kiri) memberikan materi dihadapan perwakilan Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) seluruh Indonesia pada diskusi panel Visit Wonderful Indonesia di Hotel Arista Palembang,sumsel, Kamis (5/4). Pada kesempatan tersebut Menpar mengajak para pengusaha hotel dan restoran untuk mengoptimalkan layanan dengan kreatif dan harga yang bersahabat bagi wisatawan untuk mensukseskan Program Visit Wonderful Indonesia. (ANTARA News Sumsel/Feny Selly/Ang/18)

Palembang (ANTARA News Sumsel) - Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya mengaku akibat gempa bumi di Nusa Tenggara Barat mengakibatkan banyak wisatawan tidak ada yang berkunjung sehingga jika dikonversikan negara mengalami kerugian Rp1,5 triliun.

"Akibat gempa yang melanda Nusa Tenggara Barat, wisatawan pun tidak ada yang datang. Bahkan wisatawan yang ada di Lombok pun keluar dari kawasan wisata tersebut. Akibatnya, pemerintah khususnya dalam bidang kepariwisataan mencatat kerugian yang timbul mencapai Rp1,5 triliun," ujarnya, Rabu (8/8).

Bukan hanya faktor wisatawan kata Arief, berbagai fasilitas pariwisata pun ikut rusak parah. Untuk kerugian fisik belum dihitung pihaknya. Namun untuk pemulihan menurutnya membutuhkan tiga minggu lebih.

Ia berharap usai masa pemulihan, para wisatawan akan kembali datang.

Terkait dengan proses evakuasi wisatawan mancanegara, unsur TNI dan Polri sedang melakukan penyisiran.

Panglima TNI dan Kapolri telah menyisir tiga Pulau Gilli Terawangan dengan helikopter untuk mengkonfirmasi sudah tidak ada lagi wisatawan yang tertinggal.

"Memang ada yang tinggal 40-50 wisatawan disana, tapi saya konfirmasi ternyata mereka masih ingin tinggal disana, apakah dia sebagai pemilik atau pegawai resort yang ada disana," tandasnya.

Pewarta :
Editor: Erwin Matondang
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar