Warga Palembang berebut 18.818 pempek

id Pempek,Rekor muri,Muri

Sebanyak 18.818 pempek berhasil memecahkan rekor MURI sebagai pempek terbanyak di Palembang, Rabu (8/8) (ANTARA News Sumsel/Kiki Wulandari/Erwin Matondang/18)

Palembang (ANTARA News Sumsel) - Pemecahan rekor muri pempek terbanyak 18.818 disambut antusias oleh warga Palembang, buktinya acara belum dimulai, pempek empat varian ludes dilahap pengunjung.

"Tidak sampai 30 menit pempek habis dimakan oleh warga Palembang, ini bentuk antusias masyarakat yang ingin melihat kemeriahan rekor muri pempek terbanyak," ujar Pj Wali Kota Palembang, Akhmad Najib, Rabu.

Ia mengatakan, Palembang akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Asian Games. Antusiasme tersebut akan menciptakan tren positif bagi pempek itu sendiri. Tamu ataupun wisatawan akan tertarik untuk menikmati pempek tersebut.

"Apalagi dengan adanya rekor muri ini. Kualitas pempek yang dijamin, dengan ikan segar olahan akan disukai banyak orang. Apalagi dengan adanya penyelenggaraan rekor muri diharapkan mampu mendorong penyediaan pangan yang berkualitas.

Penyelenggaraan ini juga bertujuan untuk memotivasi pengusaha pempek untuk menyediakan pempek sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI)," jelasnya.

Pihaknya juga berharap melalui kegiatan ini para pelaku ekonomi khususnya pempek mampu meningkatkan kualitas pempek.

Menteri Pariwisata RI Arief Yahya mengatakan, pempek sudah menjadi trending topik nasional. Ia berharap, pemecahan rekor penyajian pempek terbanyak juga jadi trending topik.

"Paket pempek 7 ton perhari keluar Palembang itu adalah luar biasa. Saat ini 5 besar kuliner Indonesia yang mendunia adalah rendang, soto, nasi goreng, gado-gado, dan tempe semoga pempek bisa jadi nomer 6 kuliner Indonesia yang mendunia," jelasnya.

Ia menambahkan, Palembang memiliki dua potensi yang dapat mendunia yaitu pempek dan songket.

Arief berharap, keduanya bisa menjadi potensi yang mampu mendorong Palembang makin dikenal dunia dan wisatawan tertarik mengunjungi Palembang.

Pewarta :
Editor: Erwin Matondang
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar