Pemkot Palembang pertahankan keberadaan sawah lebak

id sawah lebak,sawah,petani padi,berita sumsel,berita palembang,berita antara,gabah giling

Arsip- Petani menanam bibit padi di lahan sawah lebak di kawasan Musi II Palembang, Sumsel. (ANTARA News Sumsel/Feny Selly)

Palembang (ANTARA News Sumsel) - Pemerintah Kota Palembang, Provinsi Sumatera Selatan, berkomitmen mempertahankan keberadaaan sawah lebak meskipun kota itu bergerak menjadi metropolitan.

Plh Wali Kota Palembang Harobin Mustofa di Palembang, Senin, mengatakan pembangunan kota tetap didorong namun pemerintah juga menargetkan Palembang turut andil dalam produksi padi untuk ketahanan pangan di Sumatera Selatan.

Dia mengatakan pada tahun 2017 kota Palembang mampu menghasilkan 23.160 ton gabah kering padi dan 2.574 ton gabah giling pada musim tanam Oktober-Maret. Sementara tahun ini, pemkot menargetkan penanaman padi sawah lebak seluas 5.775 hektare.

"Selama ini di Sumatera Selatan, orang tahunya penghasil padi itu dari Kabupaten Banyuasin dan OKU, ternyata Kota Palembang salah satu penyumbang padi di provinsi ini," ujar dia.

Ia mengatakan lahan sawah lebak tersebut sebagian besar tersebar di 10 Kecamatan yakni Kecamatan IIIr Barat (IB) I, IB II, Gandus, Seberang Ulu (SU) I, Seberang Ulu (SU) ll, Kertapati, Kalidoni, Plaju, Ilir Timur II, dan Sematang Borang.

Untuk meningkatkan hasil produktivitas pertanian ini, Pemkot Palembang mengembangkan Desa Mandiri Benih, yakni lahan seluas 10 hektare menjadi gudang penyimpanan benih kelompok tani Rukun Setia I di Kelurahan Sungai Selincah Kecamatan Kalidoni.

Ia menjelaskan untuk memaksimalkan produktivitas pertanian pihaknya terus memerhatikan budidaya benih, pupuk, pengendalian panen, dan pascapanen, serta modernisasi alat untuk meningkatkan jumlah panen.

Dinas Pertanian sendiri sudah menyalurkan bantuan kepada petani berupa 12.500 kg benih padi varietas Ciliwung untuk 500 ha, 1 unit traktor roda empat, 5 traktor tangan, dan 6 unit pompa air serta sedang dibangun gedung penyimpanan benih, dan lantai jemur di Kalidoni pada Mei lalu.

"Semua sudah kami sediakan untuk petani mulai dari benih, pupuk subsidi, alat diberikan, tinggal sekarang bagaimana petani itu sendiri memaksimalkan keterampilannya dalam mengolah sawah, maka kami terjunkan para penyuluh agar petani terus berkembang dalam mengelola sawah," kata dia.
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar