Ma'ruf Amin: Karakter bangsa harus diperbaiki

id Ma'ruf Amin,mui,karakter bangsa,kemajuan bangsa,generasi bangsa,penerus bangsa,berita sumsel,berita palembang

Ma'ruf Amin (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Makassar (ANTARA News Sumsel) - Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma'ruf Amin mengatakan untuk menjadi negara yang kuat karakter bangsa harus diperbaiki.

"Harus ada pembangunan karakter bangsa. Kalau bangsa tidak berkarakter, negara ini akan hancur," ujar Ma'ruf kepada wartawan menanggapi dirinya diwacanakan menjadi bakal calon wakil presiden mendampingi Joko Widodo, di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu.

Selain itu, saat ditanyakan kesiapan serta visi misinya menjadi bakal cawapres, kata dia, usai menandatangani MoU tentang Kerja Sama Pengembangan Produk Pertanian bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Hotel Claro Makassar, ada beberapa poin. "Saya kira banyak. Pertama, tentu kita menjaga keutuhan bangsa ini, kalau bangsa tidak bersatu terpecah belah itu sulit. Kedua harus terjamin keamanan dan kedamaian. Tanpa keamanan seperti di negara-negara konflik tidak bisa berbuat apa-apa," ujarnya kepada wartawan.

Sedangkan ketiga adalah ekonomi. Ekonomi umat juga patut diperhitungkan, tidak hanya ekonomi kuat, tapi ekonomi umat menjadi salah satu gerakan yang diyakini dapat membangkitkan ketahanan pangan dengan ekonomi kerakyatan Indonesia secara stabil.

"Tidak hanya ekonomi kuat, tapi ekonomi umat yang dirintis saat ini harus berjalan baik, bila tidak maka tidak menjadi apa-apa," ujar mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden Bidang Kehidupan Beragama ini.

Sebelumnya, Ma'ruf diisukan masuk daftar Cawapres Joko Widodo, hal tersebut lantas direspons dan menyatakan siap apabila negara memanggilnya ikut berkompetisi pada Pemilihan Presiden 2019. "Kalau kita para ulama diminta negara harus siap. Itu pasti kita siap," ujarnya, di Jakarta Timur, Kamis (26/7).

Kendati demikian, dirinya belum mengetahui kabar tersebut bahkan tidak pernah berkomunikasi dengan Jokowi dalam membahas persoalan cawapres. Selain itu, partai politik pengusung Jokowi tidak menghubunginya untuk persiapan pilpres. Informasi yang berkembang hanya digadang-gadang dari media. Selain itu beredar kabar, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy atau Romy menyebut ada 10 nama kandidat yang akan mendampingi Jokowi.

Masing-masing Ketua MUI Ma'ruf Amin, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin, Menteri Keuangan Sri Mulyani, termasuk Romy.
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar