Muhammadiyah: Maknai gerhana bulan tanda kebesaran Allah

id gerhana bulan,muhammadiyah,berita sumsel,berita palembang

Muhammadiyah: Maknai gerhana bulan tanda kebesaran Allah

Fenomena gerhana bulan (ANTARA)

Lampung Timur (ANTARA News Sumsel) - Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Lampung Timur Ahmad Latiful Mufti menyikapi fenomena gerhana bulan yang terjadi Sabtu (28/7) dini hari meminta umat Islam memaknainya sebagai tanda kebesaran Allah SWT dan mempertebal keimanan.

Menurut dia, di Lampung Timur, Sabtu, umat Islam dianjurkan oleh Rasulullah Muhammad SAW melakukan Salat Sunah Gerhana manakala muncul gerhana bulan maupun gerhana matahari.

Sesuai sabda Nabi Muhammad SAW, "Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah," katanya.

Menurut dia, gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau kelahiran seseorang. "Jika melihat hal tersebut maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah salat dan bersedekahlah," ujar dia.

Latiful mengungkapkan PP Muhammadiyah telah mengimbau kader di cabang atau ranting di mana pun berada untuk melaksanakan Shalat Gerhana Bulan di mushalla atau masjid terdekat.

Menjelang terjadinya Gerhana Bulan Total pada Sabtu dini hari tadi, bulan di atas langit wilayah Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung pada Jumat (27/7) petang menuju tengah malam terlihat bulat penuh dan terang.

Bulan terlihat bulat dan terang itu terpantau di wilayah Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur. Sejak matahari tergelincir di ufuk barat, bulan muncul terang dan langit cerah tidak tertutup mendung.

Kendati berlangsung Gerhana Bulan Total malam hingga dini hari itu, sejumlah warga di daerah ini menyikapinya biasa saja. Mereka mengaku tahu namun tidak sedikit yang mengatakan tidak tahu bakal terjadi gerhana bulan.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengajak jangan melewatkan fenomena Gerhana Bulan Total, Sabtu (28/7) dini hari, mengingat bila cuaca cerah akan bisa disaksikan di seluruh wilayah Indonesia termasuk di Provinsi Lampung.

BMKG menjelaskan Gerhana Bulan Total 28 Juli 2018 merupakan Gerhana Bulan Total terlama terjadi pada hari Sabtu itu dengan durasi 103 menit.

Gerhana Bulan Total yang terjadi Sabtu ini merupakan fenomena yang cukup langka, dampak dari Aphelion atau pada bulan Juli, sehingga jarak Bumi dengan Matahari berada pada titik yang terjauh sehingga durasi dari Gerhana Bulan Total cukup lama.

Gerhana Bulan Sabtu ini terjadi selama sekitar 6 jam 14 menit, 103 menit merupakan waktu kejadian Gerhana Bulan Total hingga berakhir dini hari menjelang waktu subuh.

Masyarakat bisa menyaksikan fenomena ini untuk menambah keimanan dengan melihat suatu kebesaran Allah SWT.

 
Pewarta :
Uploader: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar