Muratara target surplus beras lebih dari 5.000 ton

id beras,surplus beras,gabah kering panen,GKP,muratara

Arsip - Target Penyerapan Pengadaan Beras Petani memanen padi di kompleks persawahan di kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Ilir, Sumsel, Selasa (10/10). Bulog Divre Sumsel dan Babel menargetkan penyerapan pengadaan beras di Sumsel-Babel sebanyak 120 ribu ton selama 2017. (ANTARA Sumsel/Feny Selly/Ang/17)

....Peningkatan produksi ini karena bertambahnya luas tanam dan panen padi di Muratara, jadi beberapa lahan terlantar sudah mulai kita manfaatkan untuk menanam padi....
Musi Rawas Utara (ANTARA News Sumsel) - Usai berhasil surplus beras 4.000 ton pada 2017, Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara terus meningkatkan produksi tanam padi, sehingga diharapkan tahun 2018 dapat surplus beras lebih dari 5.000 ton.

"Tahun 2017 kemarin kita mampu surplus beras 4.000 ton, tahun ini ditargetkan bisa surplus 5.000 ton, syukur-syukur lebih dari itu," kata Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Musi Rawas Utara (Muratara), Suhardiman di Muara Rupit, Senin.

Dia mengatakan, salah satu komoditas yang terus digalakkan pertumbuhannya oleh pemerintah kabupaten Muratara melalui Dinas Pertanian dan Peternakan saat ini adalah tanaman padi.

Apalagi kata dia, lahan kosong di wilayah Muratara masih banyak yang bisa dioptimalkan untuk penanaman padi. Terlebih lagi salah satu visi Bupati dan Wakil Bupati Muratara yakni pemanfaatan lahan terlantar atau lahan tidur.

"Menurut data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Musi Rawas, produksi padi di Muratara tahun 2017 mengalami peningkatan lebih dari 12.000 ton Gabah Kering Panen (GKP)," ujar dia.

Berdasarkan angka tetap pada tahun 2016, produksi padi di Muratara sebesar 22.332 ton GKP, sedangkan angka tetap tahun 2017 adalah sebesar 34.446 ton GKP.

‌"Peningkatan produksi ini karena bertambahnya luas tanam dan panen padi di Muratara, jadi beberapa lahan terlantar sudah mulai kita manfaatkan untuk menanam padi," katanya.

Sementara itu, Kepala BPS Musi Rawas dan Muratara, Aidil Adha menyatakan produksi padi di Muratara pada tahun 2017 memang meningkat, sehingga mengakibatkan surplus beras.

Sebelumnya kata Aidil, tahun 2015 Muratara mengalami defisit beras hampir 9.000 ton. Begitu juga di tahun 2016 masih defisit 6.000 ton, namun di tahun 2017 akhirnya bisa surplus beras lebih dari 4.000 ton.

"Di Muratara sendiri untuk konsumsi beras perkapita pertahun sebesar 91,41 kilogram pada tahun 2017, sehingga kebutuhan beras di Muratara adalah sebanyak 17.151 ton beras," ujarnya.

Sedangkan produksi padi di tahun yang sama sebesar 34.446 ton. Jika dikonversi ke beras sebesar 21.611 ton beras, artinya Muratara surplus 4.458 ton beras, kata Aidil Adha.

 
Pewarta :
Editor: Erwin Matondang
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar