Dinas Pertanian programkan pengembangan cabai dan bawang

id bawang,cabai,cabe,berita sumsel,berita palembang,dinas pertanian,pengembangan tanaman cabai,pengembangan bawang

Dokumentasi- Media tanam bibit cabai dan bawang merah. (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

Baturaja (ANTARA News Sumsel) - Dinas Pertanian Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, memogramkan pengembangan cabai dan bawang yang dilaksanakan sejumlah kelompok tani yang ada di wilayah itu.

"Tahun ini kami kembali memogramkan pengembangan tanaman cabai dan bawang," kata Kepala Dinas Pertanian Ogan Komering Ulu (OKU), Joni Saihu di Baturaja, Minggu.

Dia mengatakan, saat ini proses pengembangan cabai dan bawang ?masih dalam persiapan dan perkirakan untuk masa tanam dilakukan pada awal Oktober 2018.

Dia mengemukakan, program tersebut rencannya menyasar pada kelompok tani yang ada di Desa Tungku Jaya, Lubuk Leban, Kecamatan Sosoh Buay Rayap.

"Kemudian menyasar juga pada kelompok tani di Desa Merbau, Kecamatan Lubuk Batang," katanya.

Pada 2018, kata dia, dalam program pengembangan tersebut tanaman bawang akan ditanam di atas lahan seluas 20 hektare, sedangkan cabai sekitar 40 hektare.

"Program ini merupakan bantuan pusat dengan anggarannya berasal APBN yang diberikan ke daerah,  jelasnya.

Tujuan program ini, lanjut dia, untuk meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten OKU, khususnya yang menerima bantuan bibit tanaman tersebut.

"Petani tidak kesulitan lagi dalam memperoleh bibit tanaman dan Kabupaten OKU sendiri tidak tergantung komoditi dari luar daerah. Terlebih bawang dan cabai, bisa mempengaruhi inflasi jika ada kelangkaan. Jika kurang akan menyebabkan terjadi kenaikan harga," ungkapnya.

Dia mengemukakan, selama proses masa tanam para petani akan didampingi penyuluh pertanian dari dinas terkait.

Dia berharap, dengan adanya bantuan program tersebut kelompok tani di OKU tidak hanya mengandalkan komoditi karet dan sawit dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

"Sebab komoditi ini juga bisa menopang kebutuhan hidup masyarakat desa. ?Apalagi pertanian bawang maupun cabai tidak membutuhkan waktu panjang untuk dipanen," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Aang Sabarudin
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar